Madiun

Tekan Populasi Tikus, Batasi Penanaman Padi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertan) Kabupaten Madiun dibikin geregetan oleh hama tikus. Sampai-sampai, muncul rencana membatasi penanaman padi. Jika biasanya setahun tiga kali, dipangkas menjadi dua.

‘’Rencananya (pemangkasan) dilakukan pada masa tanam kedua musim kemarau, antara Juli sampai Oktober,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dispertan Kabupaten Madiun Sumanto Jumat (17/1).

Dispertan tampaknya menyeriusi langkah tersebut. Indikasinya, sejumlah wilayah endemis hama tikus telah dipetakan. Pembatasan penanaman padi itu rencananya diberlakukan di enam kecamatan. Yakni, Sawahan, Madiun, Balerejo, Pilangkenceng, Saradan, dan Mejayan.

Pembatasan penanaman padi itu menyasar lahan sawah total seluas 200 hektare. ‘’Intinya untuk mengurangi ketersediaan makanan tikus. Tapi, itu (pembatasan, Red) tidak akan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas padi Kabupaten Madiun,’’ ujar Sumanto.

Diketahui, produktivitas padi di Kabupaten Madiun sebanyak 64 ton per hektare. Jika pembatasan diberlakukan bakal menghilangkan 12.800 ton padi. Jumlah tersebut, kata Sumanto, tidak akan memengaruhi produksi padi dari total lahan seluas 92 ribu hektare. ‘’Saat ini kami dalam pendekatan terhadap petani-petani untuk merealisasikan rencana itu,’’ tuturnya.

Ya, beberapa bulan terakhir hama tikus merajalela. Sedikitnya 100 hektare lahan padi di tiga kecamatan dijarah hewan pengerat itu. Perinciannya, di Wonoasri seluas 16 hektare, Balerejo 30 hektare, dan Pilangkenceng 54 hektare. Hama tikus itu menyerang padi yang baru berumur 10 sampai 15 hari. ‘’Tikus banyak karena ketersediaan makanan yang melimpah. Sementara, upaya pemberantasan tidak bisa maksimal,’’ jelas Sumanto.

Sumanto mangatakan, pemangkasan tersebut bukan tanpa solusi. Petani akan diarahkan untuk menanam tanaman yang tidak disukai tikus seperti cabai, bawang merah, dan tembakau.

Menurutnya, beralih ke tanaman hortikultura itu tidak akan membuat petani rugi. Malahan, model menanam seperti itu membuat struktur tanah menjadi lebih baik dan subur. ‘’Ibaratnya, tinggal pilih nanam padi tapi rugi karena tikus atau menanam lain yang lebih menguntungkan,’’ ujarnya. (den/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close