AdvertorialNgawi

Tekan Angka Pengangguran Terbuka

Latih Keterampilan dan Pengelolaan Pasar Desa

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Berbagai upaya untuk menekan tingginya tingkat pengangguran terbuka di Ngawi digencarkan pemkab setempat. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan keterampilan dan pengelolaan pasar desa seperti yang digelar Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) setempat. ‘’Kegiatan ini (pelatihan, Red) merupakan bentuk komitmen pemkab mengingat angka pengangguran terbuka masih tinggi,’’ kata Wakil Bupati Ony Anwar usai membuka kegiatan pelatihan di Aula Cakra Bakti Praja DPPTK Ngawi Senin (9/3).

Ony mengungkapkan, saat ini angka tingkat pengangguran terbuka di Ngawi mencapai 3,7 persen dari jumlah penduduk usia angkatan kerja. Sesuai hitungan, jumlah warga yang menganggur sekarang mencapai 17 ribu orang. Untuk itu, komitmen untuk menggelar pelatihan keterampilan secara konsisten melalui DPPTK itu terus didorong. Diikuti 90 peserta pelatihan keterampilan dan 150 peserta pengelolaan desa.  ‘’Tadi (kemarin, Red) sudah ada 90 plus 150 desa. Artinya ada lebih dari 200 warga yang mendapatkan pelatihan keterampilan dan pengelolaan pasar,’’ paparnya.

Jika upaya itu terus dilakukan, Ony yakin angka tingkat pengangguran terbuka bisa ditekan. Bahkan, bukan tidak mungkin dari pelatihan keterampilan itu muncul wirausaha baru yang dapat menyerap tenaga kerja. ‘’Harapannya ke depan dari pelatihan ini dapat tumbuh jadi embrio kegiatan ekonomi kreatif baru. Sehingga bisa menyerap banyak tenaga kerja,’’ ucap Ony.

Mengenai tindak lanjut dari kegiatan pelatihan keterampilan itu disebutnya pasti ada. Beberapa kementerian terkait menurutnya sudah menyatakan bersedia memfasilitasi terbentuknya wirausaha maupun kegiatan ekonomi kreatif baru. Pemerintah daerah hanya diminta menyiapkan SDM yang terampil dan memiliki skill maupun kompetensi di bidang wirausaha dengan baik. ‘’Kalau kami (pemkab, Red) tidak menyiapkan skill mereka untuk menjadi wirausaha, itu artinya kami gagal menginisiasi kegiatan ekonomi kreatif baru,’’ terangnya.

Kepala DPPTK Ngawi Yusuf Rosyadi mengungkapkan, ada tiga kompetensi yang diajarkan pada peserta dalam kegiatan pelatihan keterampilan kemarin. Di antaranya keterampilan tata boga, tata rias, dan mobile programming. Selanjutnya, mereka dikelompokkan menjadi dua bagian. ‘’Pertama lulusan yang memilih membuka usaha baru secara mandiri atau yang memilih untuk disalurkan ke perusahaan,’’ jelasnya.

Pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk menampung lulusan pelatihan keterampilan itu. Sehingga, mereka bisa langsung mendapat pekerjaan sesuai keterampilannya setelah lulus. Bersamaan kegiatan pelatihan itu, DPPTK Ngawi juga menggelar sekolah pasar desa. Pesertanya puluhan pengelola pasar desa. Tujuannya untuk memberikan bekal pengelola pasar desa, juga kepala desa untuk meningkatkan pemberdayaan pasar desa melalui sistem yang terstandardisasi. Yakni, pasar yang bersih, sehat, dan nyaman. ”Kami ingin ke depan pasar tidak hanya jadi pusat transaksi, tapi juga pusat inovasi,’’ ucapnya. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button