Madiun

Teguran Tak Mempan, Jarang Dirazia, Prostitusi Bongpay Terus Berdenyut

MADIUN – Berkali teguran yang dilakukan tak pernah sanggup menghentikan praktik prostitusi di Bongpai. Bisnis esek-esek di kawasan pemakaman Tionghoa masuk RT 6, RW 4  Sambirejo, Jiwan itu terus berdenyut sejak puluhan tahun. ‘’Sudah sering kami menegur. Tidak sekali dua kali,’’ tegas Suratno, Kades Sambirejo.

Teguran menindaklanjuti laporan dari warga setempat yang resah melihat kawasannya dijadikan tempat mangkal waria. Karena teguran tak mempan, pemdes pun meneruskan keluhan ini ke pemkab. ‘’Karena kami tak berwenang melakukan penertiban,’’ urainya.

Semakin ramai semakin indehoy. Penyalahgunaan kawasan pemakaman itu kian menjadi-jadi di malam hari. Selain waria, Suratno menyebut, subjeknya meluas kalangan PSK wanita. ‘’Jelas kami yang kena dampak sosialnya,’’ keluhnya.

Sayangnya, laporan dari pemdes setempat tak direspon baik oleh pemkab. Sejauh ini, penindakan hanya pernah dilakukan sekali. Setelah tahun lalu, tak ada razia lagi. Membuat keberadaan penjaja seks komersial kian merajalela. ‘’Kami sudah kehabisan cara untuk mengusirnya,’’ katanya.

Suratno memastikan, penjaja seks komersial di makam itu berasal dari luar desanya. Sebagian ngekos di Kota Madiun dan mulai beroperasi malam hari. Mangkal di tepian jalan dan warung-warung. ‘’Mulai jam sembilan malam,’’ tegasnya. (fat/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button