Advertorial

Teguhkan Predikat Daerah Lumbung Pangan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Urusan ketahanan pangan diperhatikan betul oleh pasangan Budi ”Kanang” Sulistyono dan Ony Anwar Harsono. Pertumbuhan ekonomi selama satu dekade terakhir di Ngawi, 34 persennya disumbang oleh sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Ngawi menjelma menjadi lumbung padi dengan jumlah produksi terbesar keempat secara nasional. ‘’Berbagai upaya telah dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan,’’ kata Kepala Dinas Pangan dan Perikanan (DPP) Bonadi.

Berbagai upaya dilakukan guna mewujudkan Ngawi menjadi daerah lumbung pangan. Satu dekade terakhir warga setempat getol didorong menjalankan program Pekarangan Pangan Lestari (PPL). Hasilnya, Ngawi menyabet juara III Lomba Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Jatim pada 2017 lalu. ‘’PPL menjadi kunci diversifikasi pangan di Ngawi,’’ ujarnya.

Pemkab membantu memasarkan hasil pertanian dan perikanan warga. DPP memasarkan berbagai produk itu melalui gerai Gabungan Kelompok Pengolahan Pangan (Bumona) serta lapak daring Bumona.com. Pemkab juga getol mengikutsertakan produk pertanian dan perikanan warga di berbagai event pameran.

Bonadi mengklaim, DPP Ngawi menjadi langganan juara pameran di tingkat regional maupun nasional. ‘’Tahun lalu juara harapan II di Pameran Terpadu Invesda Expo. Tahun sebelumnya juara III nasional stan terbaik di Pameran Pangan Nusantara 2019,’’ ungkapnya.

Berbagai program diversifikasi pangan itu juga sempat mengantar Ngawi menyabet juara I tingkat nasional Unit Pengembangan dan Pelayanan (UPP) Perikanan, 2014 lalu. Penghargaan diberikan kepada UPP Mina Mukti. Bonadi menyebut, tingkat keragaman konsumsi di Ngawi meningkat setiap tahunnya. Skor pola pangan harapan (PPH) Ngawi kini mencapai 91,6. ‘’Kami terapkan uji lab untuk memenuhi standar keamanan pangan segar,’’ tuturnya. (odi/c1/naz/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button