Ponorogo

Tebang Pohon Sono, 7 Tersangka Diciduk Polisi

PONOROGO, Jawa Pos Radar PonorogoIllegal logging alias pembalakan liar masih terus terjadi di Ponorogo. Polres setempat mengungkap dua kasus dalam kurun dua bulan terakhir. ‘’Lokasi penebangan di Badegan dan Sukorejo,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis Rabu (10/6).

Kasus pertama diungkap bulan lalu. Pada 19 Mei, Katenun, 39, warga Bedoho, Sooko, mengajak lima orang menebang pohon di wilayah Desa Prajegan, Sukorejo. Namun, pohon yang ditebang bukan hak miliknya. Melainkan masuk kawasan hutan petak 47 Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu dan Sekitarnya (Ds).

Bersama lima komplotannya, Katenun membabat 13 batang kayu sono. Belasan batang kayu tersebut dipotong dalam berbagai ukuran. ‘’Pemilik dan lima penebang ditetapkan sebagai tersangka,’’ ujarnya.

Kasus kedua diungkap di wilayah Desa/Kecamatan Badegan. Karto dan Kardi, dua warga Purwantoro, Wonogiri, tersangkanya. Keduanya membabat 17 batang kayu sono berbagai bentuk dan ukuran dari hutan di wilayah Perum Perhutani KPH Lawu Ds. Mereka ditangkap saat hendak melarikan kayu-kayu itu dari Badegan. ‘’Satu orang pemilik, dan seorang lagi sopir. Mereka yang terlibat dalam perusakan hutan tersebut masih dalam pengejaran,’’ terang Azis.

Azis menegaskan, pemberantasan aksi pembalakan liar menjadi atensi kepolisian. Tindakan tersebut melanggar UU 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Para pelakunya dapat terancam pidana penjara maksimal lima tahun. ‘’Selain penjara, pelaku juga dituntut membayar denda Rp 500 juta sampai paling banyak Rp 2,5 miliar,’’ tegas kapolres. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close