Madiun

Taruna Angkasa Berani Tatap Muka

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – SMAN 3 Taruna Angkasa, Madiun, percaya diri dapat membuka kembali pembelajaran tatap muka. Segala persiapan berkaitan protokol kesehatan telah dipenuhi.

Permohonan rintisan sekolah tangguh ini telah diajukan Rabu (15/7). Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, serta Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Madiun telah merestui. Tinggal menanti persetujuan dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun.

Kepala SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun Yayuk Nuryanto memastikan seluruh sarana prasarana, mekanisme, dan persyaratan protokol kesehatan telah siap. Mulai wajib mengenakan masker, cuci tangan, jaga jarak, hingga pengurangan kapasitas kelas hingga 50 persen. ‘’Seluruh warga sekolah wajib sehat,’’ kata Yayuk.

Sebelum pembelajaran tatap muka dibuka, seluruh warga sekolah wajib rapid test. Ketentuan ini mengikat bagi 642 taruna dan 117 guru beserta tenaga pendidikan. ‘’Tes cepat bisa dilakukan di daerah asalnya masing-masing,’’ lanjutnya.

Persetujuan dari orang tua setiap taruna juga wajib didapatkan. Selain mematuhi protokol kesehatan dan mengantongi rekomendasi dari tim gugus tugas. ‘’Jika orang tua mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka, kami terima. Bagi orang tua yang masih menginginkan anaknya cukup pembelajaran daring, juga tetap kami layani,’’ ujarnya.

Jika seluruh persyaratan itu terpenuhi, pembelajaran tatap muka di sekolah ini dimulai 1 Agustus mendatang. Pelaksanaannya bertahap. Dimulai dari kelas XII, disusul kelas X dan kelas XI. ‘’Terus terang, kami cukup kesulitan ketika harus tetap melangsungkan pembelajaran daring. Sekolah taruna ada pendidikan ala militer yang membutuhkan kegiatan fisik,’’ ungkapnya.

Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Madiun Supardi menyatakan, sampai kini baru SMAN 3 Taruna Angkasa, Madiun, yang menyatakan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Perlu diketahui, SMAN 3 Taruna Angkasa juga memiliki asrama siswa. Sehingga protokol kesehatannya seperti di pesantren. ‘’Secara umum, protokol kesehatan dan sarpras sudah siap,’’ kata Supardi.

Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri (Mendikbud, Kemenag, Menkes, Mendagri) telah menegaskan penyelenggaraan pembelajaran 2020/2021 di masa pandemi Covid-19 hanya diperkenankan bagi daerah dengan status zona hijau. ‘’Seperti gayung bersambut. Kebetulan Kota Madiun sudah zona hijau,’’ tuturnya.

Jubir TGTPP Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah mengaku telah melakukan pengecekan bersama Pendekar Waras kemarin (20/7). Bersama Pendekar Waras memastikan kesiapan sarpras penunjang protokol kesehatan di SMAN 3 Taruna Angkasa, Madiun. ‘’Pengecekan ini masih tahap awal,’’ ujarnya.

Ada sejumlah rekomendasi yang diberikan. Di antaranya meminta siswa menjalani rapid test sebelum datang ke sekolah. Warga sekolah wajib karantina selama 14 hari dan tidak diperkenankan kontak dengan masyarakat umum. Dalam waktu dekat, Pendekar Waras bakal mengecek kembali apakah seluruh rekomendasi telah dijalankan. ‘’Kalau sudah oke, barulah kami berikan rekomendasi sesuai arahan wali kota,’’ tutur Aflah. (kid/c1/fin)

Kurikulum Semester Ganjil Wajib Tuntas

SECARA umum, pembelajaran tatap muka SMA/SMK masih sebatas wacana. Keberlangsungannya ditentukan situasi di setiap daerah. Pun, model pembelajaran dalam jaringan (daring) yang dimulai Senin (20/7) pelaksanaannya diserahkan masing-masing sekolah. ‘’Pembelajaran daring tidak permanen. Tapi, pembelajaran tatap muka atau luring masih wacana,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Madiun Supardi.

Cabdindik merencanakan pembelajaran tatap muka dimulai kembali Januari tahun depan. ‘’Tapi, itu masih rencana. Perkembangannya seperti apa, tetap harus melihat laju penyebaran Covid-19 di daerah setempat,’’ ujarnya.

Supardi menjabarkan, ada 12 sarana media pembelajaran daring yang bisa diterapkan. Mulai e-learning hingga aplikasi pertemuan virtual. Pada tahun pelajaran 2020/2021 ini, kurikulum semester ganjil diharapkan bisa tuntas. Mengingat sebelumnya guru telah banyak dilatih melaksanakan pembelajaran dari jarak jauh. ‘’Sebelumnya memang tidak ada kewajiban untuk menuntaskan kurikulum karena masih penyesuaian awal pandemi,’’ terangnya.

Supardi juga mengharapkan orang tua ikut berpartisipasi dalam pembelajaran daring. Sebab, mustahil bagi pendidik untuk memantau absensi siswa dari jarak jauh secara maksimal. ‘’Jika ketahuan nongkrong di warung saat jam sekolah, saya harap orang tua mengingatkan,’’ tegasnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close