News

Tari Pingan Memiliki Pola Lantai

×

Tari Pingan Memiliki Pola Lantai

Share this article

Tari Pingan Memiliki Pola Lantai – Tarian Kalimantan Tengah ini berasal dari suku Dayak Manyan. Tarian ini mengungkapkan kegembiraan dan kebahagiaan. Tarian ini bercirikan gerakan tongkat Gantar yang dipegang pada tangan kiri kemudian diinjak ke tanah. Untuk sekarang. Tangan kanannya memegang bambu yang diisi kerikil sehingga menghasilkan suara yang khas, seperti dikutip dari situs resmi Kalteng.

Tari Mandau merupakan tarian tradisional suku Dayak di Kalimantan Tengah yang mempunyai ciri-ciri tindakan berbahaya seperti mengayunkan atau menggigit mandau. Mandau merupakan senjata tradisional Dayak yang terbuat dari parang atau pedang. Tarian ini dibawakan oleh penari yang telah melakukan ritual tertentu untuk menangkal hal-hal yang tidak diinginkan.

Tari Pingan Memiliki Pola Lantai

Tarian daerah Kalimantan Tengah ini dipentaskan sebagai tarian hujan. Tarian ini biasanya dibawakan pada musim kemarau panjang.

Media Indonesia 6 November 2022

Tarian Putri Malawen dipentaskan pada acara-acara besar kerajaan yang melibatkan wanita-wanita dari kawasan Danau Malawen. Tarian ini merupakan tarian daerah dari Kalimantan Tengah.

Tari Manasai merupakan tarian selamat datang untuk menyambut pengunjung. Tarian daerah Kalimantan Tengah ini dibawakan oleh penari pria dan wanita yang berbaris membentuk lingkaran.

Tari Baksa Kembang merupakan tarian daerah Kalimantan Selatan yang dibawakan oleh penari wanita, anak-anak, dan dewasa. Tarian ini merupakan tarian penyambutan tamu yang diberi kehormatan dengan membawakan bunga, seperti dikutip dalam buku Ayo, Kenali Indonesia: Kalimantan 2 karya N. Arie Anu.

Tarian ini termasuk tari keraton karena ditandai dengan kata “Baksa” yang berasal dari bahasa jawa “beksan” yang menandakan kelancaran gerak dalam proses tariannya. Tari Baksa Kembang melambangkan pertemuan Putri Kuripan dan Pangeran Suria Gangga Wangsa dari negeri Dipa. Putri Kuripan menyerahkan bunga teratai merah itu kepada Pangeran, sedangkan kuncup putihnya masih dipegang di tangannya.

Pdf) Persembahan Saba: Suatu Ritual Penyembuhan Dari Perspektif Kosmologi (the Saba Performance: A Healing Ritual From Cosmological Perspective)

Tarian daerah Kalimantan Selatan ini ditampilkan dalam upacara makan bersama sebelum kedua mempelai dipertemukan di atas altar.

Tari Mantang Gandut merupakan tarian daerah Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu bentuk tarian rakyat. Seorang penari wanita bernama Gandut berusaha menarik simpati penonton. Akhirnya penari pria atau Mantang menerima tantangan tersebut dengan memilih pasangannya.

Tari Manuk Mantuk merupakan tarian daerah baru yang banyak diciptakan oleh penari wanita di wilayah Banjarmasin Kalimantan Selatan. Tarian ini merupakan tarian rekreasi berdasarkan lagu Manuk Mantuk. Lagu Manuk Mantuk merupakan lagu pujian untuk upacara penyembuhan.

Tarian daerah Kalimantan Selatan ini tumbuh di daerah pesisir, khususnya di Desa Sungai Tiras, Banjar. Tarian ini diiringi lagu Si Buang Anak. Tarian ini menampilkan perbincangan pergaulan anak muda yang bebas mengungkapkan rasa cintanya namun dibatasi oleh tradisi agama dan adat istiadat, seperti dikutip dalam buku Mengenal Seni Nasional 9: Mamanda (Kalimantan Selatan) karya Kusnanto.

Baca Juga  Reklame Dikatakan Baik Dan Informatif Apabila

Perjalanan Guru Penggerak

Tarian daerah Kalimantan Barat ini merupakan bagian dari upacara adat, perayaan panen, dan ritual sembahyang. Di beberapa suku, tarian ini dipercaya mempunyai kekuatan magis. Tarian adat ini juga mempererat tali silaturahmi dan meramaikan acara-acara penting seperti upacara pernikahan, seperti dikutip dalam buku Masazi Indonesia: Kalimantan 1 karya N. Arie Anu.

Tari Tandak merupakan tarian daerah Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sambas. Tarian ini biasanya dipentaskan pada malam sebelum upacara perkawinan, yaitu pada hari Motung (hari penyembelihan sapi). Tari Tandak ditarikan dengan iringan syair dan dua gendang besar yang disebut rabana.

Tari Tandak pada awalnya hanya ditarikan oleh laki-laki, namun sekarang ditarikan oleh perempuan juga. Penari pria mengenakan tengkorak atau bolang (lingkar kepala), baju Telok Belanga, dan kain tenun Sambas yang dililitkan di lutut, seperti dikutip dalam buku Yuk, Mengenal Tarian Daerah di 34 Provinsi Indonesia karya Tim Redaksi penerbit Tera Indonesia.

Tarian daerah Kalimantan Barat berasal dari suku Dayak Uut Danum. Tari Kinyah Uut Danum menunjukkan keperkasaan, kecerdikan, dan kemahiran bertarung.

Harian Upeks Edisi 10 Juni 2022 Pages 1 8

Tari Pingan Sekadau berkembang di Belitang Hilir, Sekadau, Kalimantan Barat. Tari Pingan merupakan tanda penghormatan terhadap leluhur. Tarian Kalimantan Barat ini mempunyai makna penting dalam keharmonisan hubungan manusia dengan alam, roh nenek moyang, makhluk halus, serta hubungan manusia dengan Petara (sang pencipta), seperti dikutip dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Indonesia Tak Berwujud. Halaman Warisan Budaya.

Tari daerah tari daerah Kalimantan Tari tradisional Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Kalimantan Timur Kalimantan Tengah Tari Kalimantan Utara Seniman dan penari Pedia Syahrial dari Sanggar Seni Aguang menampilkan tari Piring Suluh pada upacara pernikahan adat di Nagari Sumpu.

INDONESIA merupakan negara dengan bahasa, ras, dan adat istiadat yang berbeda-beda. Saat ini terdapat 37 provinsi yang masing-masing memiliki keberagaman tersendiri. Salah satu genre tersebut adalah tari tradisional. Setiap provinsi mempunyai tarian tradisionalnya masing-masing. Ingin tahu lebih banyak tentang tarian tradisional ini? Yuk, simak uraiannya di bawah ini. Pulau Sumatera 1. Tari Saman (Naggore Aceh Darussalam) Tari Saman berasal dari suku Gayo. Tari Saman sering dipentaskan untuk memperingati hari-hari penting dalam tradisi Aceh. Tari Saman juga dipentaskan untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW. Tarian Saman dikenal di seluruh dunia, bahkan UNESCO memilih tarian daerah ini sebagai Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada tahun 2011. Tarian ini dibawakan oleh sekelompok penari ganjil. Keunikan tarian ini terdapat pada suara yang berasal dari gerakan tangan para penarinya. Berbeda dengan gerakan tari lainnya yang penarinya bergerak bebas, tari saman dibawakan oleh penarinya sambil duduk. Tarian tradisional lain dari Aceh adalah Seudati, Pukat, Ratoh Duek, dan lain-lain. 2. Tari Serampang Dua Belas (Sumatera Utara) Tari Serampang Dua Belas berasal dari Sumatera Utara. Disebut jogèd sapa karena tarian ini dibawakan oleh dua orang penari, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Tema tari Serampang Dua Belas adalah tema sensual atau romantis. Tarian ini bercerita tentang sepasang suami istri yang berusaha mendapatkan persetujuan dari kedua orang tuanya yang akhirnya mendapat restu. Beberapa tarian tradisional yang berasal dari Sumatera Utara yaitu Baluse, Tor-Tor, dan lain-lain. 3. Tari Tanggai (Sumatera Selatan) Tari Tanggai berasal dari Sumatera Selatan, cara menampilkan tari Tanggai secara berkelompok. Tarian ini dibawakan oleh lima orang penari wanita dengan mengenakan kostum adat Provinsi Sumatera Selatan. Tema tari Tanggai bersifat sensual atau sosial. Tarian ini memberikan informasi kepada masyarakat luar daerah Sumsel bahwa masyarakatnya ramah dan baik dalam menghadapi pendatang baru. Beberapa tarian tradisional yang berasal dari Sumatera Selatan adalah Putri Bekhusek, Gending Sriwijaya, dan lain-lain. 4. Tari Piring (Sumatera Barat) Tari Piring berasal dari Sumatera Barat, Tarian ini disebut Tari Piring karena menggunakan ciri-ciri piring dalam gerakan tarinya. Dahulu, upacara Piring dilakukan oleh laki-laki dan perempuan untuk memberikan persembahan kepada para dewa sebagai ucapan terima kasih atas hasil panen yang melimpah. Keindahan tariannya terletak pada gerakannya yang cepat, gemulai dan gemulai dengan piring di tangan yang tidak jatuh sedikitpun. Gerakan tarian ini diawali dengan koreografi penari dan meletakkan piring di tangannya tanpa henti atau terjatuh. Para penari mulai gemetar ketika mendengar suara alat musik rebana dan saheng. Tarian tradisional lain dari Sumatera Barat adalah, Payung, Linin, dll. 5. Tari Andun (Bengkulu) Tari Andun berasal dari Bengkulu, salah satu jenis tari Andun yang ditampilkan secara berpasangan karena penarinya adalah sepasang pemuda yang mengenakan pakaian adat daerah Bengkulu. Tema tari Andun yang berasal dari provinsi Bengkulu membangkitkan gairah atau cinta. Tari Andun berkisah tentang seorang pria dan wanita yang sedang mencari pasangan hidup. Tarian tradisional Bengkulu lainnya adalah Bidadari Teminang Anak, Pukek, dan lain-lain. 6. Tari Joget Lambak (Riau) Tari Joget Lambak berasal dari Riau, Jenis pertunjukan tari Joget Lambak adalah berkelompok. Tarian ini dibawakan oleh sekelompok pria dan wanita sambil membacakan puisi. Tari Joget Lambak bertema sosial/spiritual. Tarian ini disebut tari pergaulan karena tema tarian ini adalah agar para pemuda dan pemudi melihat jati dirinya. Para remaja putra dan putri ini sedang mencari pasangan atau pasangan. Tarian tradisional lain dari Riau adalah Makan Sirih, Boria, dan lain-lain. 7. Tari Tandak (Kepulauan Riau) Sama halnya dengan menampilkan Tari Tandak secara berkelompok. Disebut tari kelompok karena dibawakan oleh dua kelompok laki-laki dan perempuan yang merespon pantun dan membentuk lingkaran. Tari Tangak mempunyai tema sosial atau sensual. Tari Tandak menceritakan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Riau. 8. Tari Rantak Kudo Jambi berasal dari Jambi, bentuk tari Rantak Kudo adalah berkelompok. Tarian ini dibawakan oleh sekelompok penari yang terdiri dari pria dan wanita yang mengenakan pakaian adat khas Provinsi Jambi. Tema tari Rantak Kudo adalah pantomim. Disebut pantomim karena gerak tari Rantak Kudo berbentuk kuda/kudo dalam bahasa Kerinci. Beberapa tarian tradisional yang berasal dari Jambi adalah Sekapur Sirih, Selampir Dalapan, dan lain-lain. 9. Tari Melinting (Lampung) Tari Melinting merupakan tarian tradisional daerah lampung, pertunjukan tari melinting ini dipentaskan oleh sekitar 5-8 orang penari pria dan wanita dengan mengenakan pakaian adat Provinsi lampung. Tema tari Melinting membangkitkan gairah seksual atau sosial karena tarian ini mempunyai permasalahan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Tarian tradisional Lampung lainnya adalah Jangget, Bedana, dll. 10. Tari Masisi (Bangka Belitung) Tari Masisi merupakan tarian yang berasal dari daerah Bangka Belitung. Tari Masisi dibawakan oleh dua orang penari pria dan wanita yang diiringi irama. Tema tari Masisi adalah sensual. Jika laki-laki tersesat dalam puisi, perempuan adalah pendampingnya. Tarian ini juga menjadi salah satu cara mencari jodoh bagi yang belum mempunyai pacar. Beberapa tarian tradisional yang berasal dari Bangka Belitung yaitu Sepen, Beripat, dll. Pulau Kalimantan 1. Tari Monong (Kalimantan Barat) Tari Monong merupakan tarian yang berasal dari Kalimantan Barat. Tarian ini biasanya dibawakan oleh masyarakat Kalimantan Barat. Penarinya adalah campuran pria dan wanita. Tema tari Monong adalah kepahlawanan. Bisa disebut heroik karena tarian ini menampilkan seseorang menyembuhkan suku miskin

Baca Juga  Sebutkan Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan

Pola lantai tari daerah, pola lantai tari jaipong, pola lantai tari saman, tari kecak dari bali memiliki pola lantai berbentuk, pola lantai tari remo, pola lantai tari, tari kecak memiliki pola lantai berbentuk, pola lantai tari indang, pola lantai tari kecak, pola lantai tari pendet, pola lantai tari piring, pola lantai tari payung