News

Tari Adalah Paduan

×

Tari Adalah Paduan

Share this article

Tari Adalah Paduan – Bengkulu, BI – Melodi klakson yang diiringi irama suara dhol yang memukau semakin menambah keajaiban tari kreasi di Festival Tarbut 2019. Perasaan sakral yang tercipta dari imajinasi peristiwa di padang Karbala itu berlangsung seribu tahun yang lalu, berabad-abad yang lalu, berhasil dipadukan dalam koreografinya.

Babak penyisihan kedua Tarbut Festival Creative Dance Competition 2019 semakin seru. Area panggung utama di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu dipadati penonton.

Tari Adalah Paduan

Lomba tari kreatif di Festival Tarbut sebagian besar bertema Januari hingga 10 Muharram dan menggabungkan kearifan lokal Bengkulu dengan cara yang unik.

Unsur Utama Dalam Seni Tari Apa Saja? Yuk Simak Penjelasannya

Selain sebagai ajang kompetisi seniman tari kreatif Bengkulu, momen ini juga dijadikan ajang pertemuan para penggiat seni di Provinsi Bengkulu.

Seperti yang disoroti oleh juri pada babak penyisihan terakhir, kriteria penjurian Kompetisi Tari Chuangzhou meliputi koreografi, gaya dan keselarasan antara tema, judul, tarian dan musik. Penampilan yang dihadirkan harus menceritakan sebuah cerita dan simbol-simbolnya harus ada.

Festival Tarbut merupakan salah satu acara tahunan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan saat ini tercatat sebagai salah satu dari 30 acara unggulan Tanah Air. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai melihat lomba tari kreatif Tabut mengatakan, “Sekarang sudah terorganisir dengan baik dan semangat para penggiat seni semakin kuat. Saya sudah melihatnya langsung, dari berbagai sudut mulai membaik.” ( 2/9). ).

Menurut Gubernur, Festival Tarbut sudah menjadi warisan budaya dan menjadi salah satu simbol Bengkulu di mata negara dan dunia. Oleh karena itu, lanjut Gubernur, semua pihak dapat bersinergi dan berpartisipasi untuk mensukseskan acara dan menjaga kelancaran acara, termasuk menjaga kebersihan tempat festival dan kenyamanan pengunjung. (Mc) Tari Seribu Tangan Tarian Indonesia memukau wisatawan 17 Maret 2019 | 08:30:00 | Baca: 112667 Kategori: Umum Bagikan:

Baca Juga  5 Contoh Qalqalah Kubra

Paduan Suara Perkenalkan Keberagaman Indonesia Di Afsel

SEmarang – Sembilan remaja putri berpakaian emas dan kuning turun ke panggung di depan halaman Kantor Gubernur, Minggu (17 Maret 2019). Diiringi musik Tiongkok, mereka berbaris dalam formasi berbeda. Seperti lingkaran, penyebaran dan pusat baris vertikal.

Para penarinya memakai hiasan kuku panjang dan menggerakkan tangan kiri dan kanannya secara bergantian dengan anggun. Saat musik bergerak, tangannya bergerak lebih cepat, namun tetap kompak menampilkan gerakan yang harmonis dan anggun.

Hanya saja, jika diperhatikan lebih dekat, remaja putri tersebut memiliki gambar kelopak mata yang terlukis di setiap telapak tangannya. Tarian Tangan Seribu atau Tari Dewi Kwan Im yang dibawakan oleh Persatuan Umat Buddha Jawa Tengah sukses memukau warga yang menyaksikan acara Seri Nasional Apel Merah Putih di panggung Jalan Pahlawan.

Tarian Seribu Tangan menggambarkan gambaran Bodhisattva Guanyin yang selalu membantu penderitaan umat manusia. Garis-garis palem yang digambar pada telapak tangan masing-masing penari juga mempunyai makna yang dalam.

Rebellion Ingin Beri Kejutan Dengan Bawakan Tarian Bollywood

Wakil Presiden Jawa Tengah mengatakan: “Dulu diibaratkan memiliki seribu tangan dan seribu mata. Artinya melihat dan mendengar lalu membantu penderitaan manusia. Jika setiap orang memiliki rasa kasih sayang di dalam hatinya, dunia ini akan menjadi luar biasa. Tiga puja, puja kuat, dan penari tari seribu tangan mengiringi peserta.

Xiaoling, penari Seribu Tangan, mengungkapkan bahwa ia dan rekan-rekannya telah berlatih selama sebulan untuk menampilkan yang terbaik hari ini. Pria asal Kota Semarang ini menjelaskan, tantangan tarian ini terletak pada konsentrasi masing-masing penari dan mampu melakukan kesatuan gerakan dalam kelompok.

“Konsentrasi seribu gerakan harus tepat. Kalau salah satu gerakannya tidak menyatu maka akan terlihat jelek. Bulan ini kami latihan tiga kali seminggu agar bisa tampil maksimal,” jelasnya.

Baca Juga  Tuliskan 3 Pengetahuan Allah Swt Yang Tidak Terbatas

Suasana ceria dan akrab pun tampak di depan Stadion Jalan Pandanaran. Musik tradisional Bali dimainkan dengan tarian Bhinneka Santinata. Penampilan pemuda Hindu Indonesia yang membawakan alat musik Bale Ganjor Parisada yang berkolaborasi dengan band etnik dan tari Tanah Air menarik perhatian orang yang lewat.

Harian Muara Badak

Para penarinya mengenakan kostum adat dari berbagai suku dan daerah Indonesia seperti Minangkabau, Dayak, Batak, dan Jawa, dengan warna dan corak yang berbeda-beda, dan dengan senyum bahagia di wajah mereka, mereka menampilkan tarian Indonesia. Pakaian adat berwarna-warni merupakan simbol keberagaman Indonesia.

Ni Ketut Caesaria Dewi, salah satu staf Bhinneka Santinata mengaku bangga bisa tampil di panggung “Kita Merah Putih” yang berlokasi di Jalan Pandanaran, Semarang. Mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata Semarang menyanyikan lagu bertema keberagaman dengan diiringi band nasional.

“Acara Kita Merah Putih ini tentang kepedulian terhadap keberagaman dan saya sangat mendukung acara ini. Saya dan Persada Hindu muda Indonesia lainnya akan bernyanyi dan menari dengan kostum adat dari berbagai daerah sebagai simbol persatuan bangsa Indonesia,” jelasnya.

Penampilan Paduan Suara Persekutuan Indonesia (PGI) Kota Semarang juga tak kalah memukau. Nyanyian rohani menambah kemeriahan acara tersebut. Ada puluhan warga Papua yang ikut paduan suara tersebut.

Peserta Paduan Suara Dan 86 Peserta Tari Kreasi Ikuti Lomba Panggung Pemuda Indonesia

Pascalina, salah satu anggota paduan suara mengaku bangga dan bahagia bisa tampil di panggung “Merah Putih” bersama masyarakat dari seluruh tanah air. Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) tak menyangka bisa mengikuti acara ini.

“Saya senang dan bangga bisa menjadi bagian dari acara ini, membawakan lagu-lagu rohani bersama teman-teman dari Papua. Melalui acara ini kita berharap dapat selalu bersatu karena di NKRI kita semua adalah saudara.” Gereja kota Gereformeerd. dari gadis kecil. Istirahat bisnis di semarang.

Baca Juga  Bagaimana Masyarakat Memanfaatkan Laut Pada Zaman Dahulu

Warga Fak Fak, Papua Barat mengapresiasi acara yang bertujuan mempererat kerukunan dan persatuan bangsa ini. Perbedaan suku, agama, ras, dan budaya yang ada di seluruh nusantara merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dilindungi dan terus menumbuhkan semangat solidaritas dan kasih sayang terhadap sesama.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Lina, 20 tahun, terus terang mengaku senang menyaksikan pertunjukan seni dari berbagai daerah di Indonesia. Selain tarian Indonesia yang dibawakan oleh umat Hindu dengan kostum tradisional daerah, acara tersebut juga dimeriahkan oleh para rohaniwan Kristiani.

Pengertian Ragam Gerak Tari

Panen Jateng Dimulai, Pj Gubernur Desak Pengaktifan Lumbung Beras Jaga Stok Beras 26 Feb 2024 11:00:00