Ponorogo

Target Sebulan Belasan ODGJ Harus Bebas dari Pasung

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Target bebas pasung yang sempat molor menahun kembali dipatok. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Jumat (28/5) berani pasang target daerahnya bulan depan bebas dari pemasungan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Bukan isapan jempol lantaran dinas kesehatan setempat mencatat tinggal tersisa 15 ODGJ yang hidup dalam pasungan. ‘’Tidak hanya dibebaskan dari pemasungan, tapi juga dibarengi upaya kuratif dan rehabilitasi,’’ kata Sugiri kemarin.

Bupati membuktikan keseriusannya kemarin dengan melepas rantai yang bertahun-tahun melilit kaki kiri ER, 39, bujang lapuk asal Desa Ngumpul, Balong. Ruang gerak penyandang ODGJ itu seolah hanya sejauh ayam berkeliaran di kandang lantaran kakinya dirantai ke kayu tiang rumah. ‘’Kalau masyarakat tidak bersedia menerima (ODGJ, Red), kami yang akan ngopeni (merawat) dan memuliakan. Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah,’’ terangnya.

Sugiri mencanangkan Ponorogo bebas pasung benar-benar terlaksana. Sebab, hak asasi ODGJ sejatinya dilindungi UUD 1945, UU HAM, UU Kesehatan, hingga UU tentang Kesehatan Jiwa. Pun, merampas kemerdekaan seseorang dapat terjerat pasal 333 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman penjara maksimal delapan tahun.

‘’Masyarakat, pemerintah desa, serta pemerintah kecamatan segera laporkan kalau menemukan kasus pemasungan. Kami segera lepaskan dan jemput untuk mendapat penanganan yang tepat,’’ ujarnya.

Menurut Sugiri, tidak selayaknya ODGJ menerima perlakuan tidak manusiawi. Apa pun alasannya tidak dapat dibenarkan. Dia berpegang pada prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM) yang mencakup nilai kesetaraan dan nondiskriminasi. ‘’Kondisi darurat seperti ini menuntut masyarakat ikut berpartisipasi. Hilangkan pemasungan,’’ tegasnya.

Gerakan Indonesia bebas pasung sejatinya sudah dicanangkan sejak 2011 lalu di era Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih. Target tiga tahun luput hingga waktunya diperpanjang sampai 2019. Kendati Menkes sempat berganti lima kali –mulai Kabinet Indonesia Bersatu beralih ke Kabinet Kerja dan Kabinet Indonesia Maju– dan terakhir dijabat Budi Gunadi Sadikin, praktik pemasungan belum kunjung hilang. (mg4/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button