Ponorogo

Target Retribusi Pasar Tak Maksimal, Setengah Miliar Ambyar

PONOROGO – Belasan pasar tradisional gagal meraup pendapatan maksimal. Dari total target yang dibebankan sebesar Rp 3 miliar, tak tergapai Rp 500 juta. Pendapatan stagnan ini terancam terulang di tahun depan lantaran sejumlah pasar tak bisa diandalkan mengeruk retribusi. ‘’Beberapa pasar belum bisa menarik retribusi karena terbentur aturan dari pemerintah pusat. Serah terima hibah belum selesai ke daerah,’’ ungkap Kepala Disperdakum Addin Andhanawarih.

Total target Rp 3 miliar ditanggung pendapatan retribusi dari 22 pasar tradisional. Tahun lalu, disperdakum hanya mampu menyetorkan sekitar Rp 2,5 miliar ke kas daerah (kadsa). Rp 500 juta gagal disetor lantaran proses serah terima dua pasar belum klir sampai akhir tahun. Belum termasuk relokasi ribuan pedagang dari Pasar Legi, eks Pengadilan dan Stasiun ke pasar relokasi yang dianggap turut mempengaruhi. ‘’Persiapan relokasi Pasar Legi juga membuat retribusi tidak optimal selama hampir tiga minggu,’’ ungkapnya.

Addin khawatir kondisi itu berulang pada tahun ini. Sebab, pembangunan besar-besaran sejumlah pasar oleh pemerintah pusat senyatanya belum klir seratus persen. Sebab hingga triwulan ketiga, ada tiga pasar tradisional yang juga belum bisa menarik retribusi. Kendati pedagang sudah mulai berjualan. “Sampai Mei, dari target seharusnya 36 persen, baru terserap 28 persen. Mudah-mudahan bisa digenjot karena ada tambahan selain dari pasar. Seperti alun-alun yang diperkirakan mencapai Rp 300-400 juta,’’ sebutnya.

Jika serah terima rampung setidaknya di triwulan kedua, Addin masih bisa optimistis target retribusi pasar terpenuhi seratus persen. Optimisme didasarkan pada mulai berdenyutnya transaksi niaga di pasar relokasi. ‘’Pasca relokasi, perdagangan di pasar tersebut sudah mulai berjalan baik,’’ tandasnya. (naz/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close