AdvertorialMadiun

Target Raperda RPJMD Disahkan Oktober

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Wali kota dan wawali memerlukan pedoman untuk menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun mendatang. Pedoman itu tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2019–2024. Namun, penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah itu belum dapat disahkan.

Sebab, raperda RPJMD baru akan dibahas oleh legislatif dan eksekutif mulai Kamis (26/9). Penetapan rencana pembangunan lima tahunan itu ditargetkan bisa tuntas sesuai target. RPJMD yang berisi visi-misi pasangan Maidi-Inda Raya (MaDa) sudah bisa direalisasikan tahun ini.

Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra menyatakan, RPJMD 2019–2024 ditargetkan bisa digunakan sebagai dasar penyusunan APBD tahun 2020. Sehingga, program-program yang sudah disiapkan oleh wali kota terakomodasi.

Karena itu, saat ini DPRD melakukan percepatan pembahasan. Salah satunya, pansus membentuk kelompok kerja (pokja) untuk membahas seluruh materi RPJMD secara maraton. ‘’Sehingga, bulan depan sudah disahkan,’’ ujarnya.

Secara umum, draf RPJMD yang diajukan pemkot sudah klir. Selain mengacu pada draf rencana pembangunan jangka menengah nasional maupun rencana pembangunan jangka panjang, draf RPJMD mengacu pada yang telah diusulkan. Maidi-Inda Raya sudah menyiapkan strategi pembangunan hingga 2024 di seluruh sektor. Namun, ada sejumlah sektor yang menjadi prioritas untuk dituntaskan.

Seperti komitmen pemkot meningkatkan serta memberdayakan ekonomi produktif dan kreatif yang didukung dengan penyediaan fasilitas, salah satunya pembangunan infrastruktur.

Dalam nota penjelasan terhadap raperda RPJMD 2019–2024 yang disampaikan oleh Wali Kota Maidi kemarin, dia concern untuk meningkatkan ekonomi kreatif dan produktif melalui Sunday Market. Kegiatan yang berlangsung setiap Minggu di Taman Lalu Lintas Bantaran Madiun itu diklaim mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. ‘’Ekonomi kreatif dan ekonomi produktif ini selalu kami kembangkan di kota. Untuk meningkatkan itu, semua fasilitas di kota yang tidak produktif kami produktifkan,’’ kata Maidi.

Konsentrasi lainnya adalah memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Seperti memperbaiki kualitas pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Dengan harapan, ketika siswa itu lulus sekolah, mereka tidak akan kesulitan mencari perguruan tinggi (PT) maupun pekerjaan.

Namun, Maidi menegaskan bahwa penjabaran visi-misi yang telah dituangkan dalam dokumen RPJMD 2019-2024 itu tidak lepas dari Panca Karya dengan 33 program unggulan. (her/c1/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close