Madiun

Tantangan Hari Santri di Masa Pandemi

Songsong Regenerasi Teruskan Perjuangan Kiai

Santri sehat Indonesia kuat. Proses pembelajaran di pesantren relatif lebih aman di masa pandemi ini. Sempat ikut terhenti sejak awal Maret, santri-santri dari luar daerah kini telah kembali ke pesantren sejak Juli.

…….

EMPAT bulan kegiatan pembelajaran telah berlangsung di Pondok Pesantren Kanzul Ulum. Selama kurun waktu itu, tidak ditemukan munculnya persebaran Covid-19 di pesantren. ‘’Awal pandemi banyak santri pulang. Kecuali yang rumahnya jauh, pilih tetap di pesantren karena lebih aman,’’ kata Gus Miftahul Huda, pengasuh Pondok Pesantren Kanzul Ulum, Rabu (21/10).

Kembalinya santri Juli lalu juga diskrining ketat. Diwajibkan menunjukkan surat rapid test dan persetujuan orang tua sebelum masuk gerbang pesantren. ‘’Begitu masuk pesantren langsung isolasi. Selama 24 jam tidak boleh keluar,’’ terangnya.

Waktu besuk orang tua dibatasi 15 menit saja. Jamnya dijadwal ketat untuk menghindari penumpukan kunjungan. Orang tua santri lama, diberi kesempatan berkunjung pada pekan pertama dan ketiga. Orang tua santri baru, pada pekan kedua. Total waktu kunjungannya mulai pukul 09.00-16.00. ‘’Kita minimalkan kontak dengan orang luar,’’ ujarnya.

Juga menyiagakan petugas khusus yang memantau penerapan protokol kesehatan. Setiap orang yang masuk lingkungan pesantren dicek suhu, wajib cuci tangan, lalu didata. Kendati demikian, kegiatan pembelajaran di sekolah masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Di pesantren lebih banyak diisi kegiatan keagamaan. Seperti mengaji kitab tafsir Nurul Mubin karangan KH Hasyim Asyari selepas salat Duha. Setelah mengaji kitab Hadrastussyekh dilanjut takror (belajar kelompok) dengan teman satu kelas. Dilanjutkan mengaji Alquran setelah magrib dan istighotsah selepas isya. Pandemi harus dijadikan bahan renungan bagi santri. Selama tujuh bulan terakhir ini, 84 ulama telah meninggal dunia. Entah karena Covid-19 atau sebab lainnya. Apakah santri sudah siap meneruskan perjuangan mereka untuk menyiarkan agama di tengah masyarakat? ‘’Ini menjadi tantangan besar karena regenerasi harus terus berjalan,’’ tuturnya.

Kemenag Tak Ikut-ikutan Tatap Muka

KANTOR Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun tidak ingin mengekor langkah pemkot. Ikut-ikutan menyiapkan skema uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi Covid-19. ‘’Belum ada rencana. Kami masih sangat berhati-hati,’’ kata Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun Ahmad Munir Rabu (21/10).

Munir menyebut, madrasah aliyah (MA), madrasah tsanawiyah (MTs), dan raudhatul athfal (RA) masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Keselamatan peserta didik dinomorsatukan. Mengenai pembelajaran di pondok pesantren (ponpes) diserahkan ke masing-masing pengasuh atau pengelola.

Sebab, lembaga itu milik masyarakat. Tidak etis bila pihaknya ikut campur dalam penyelenggaraan pendidikannya. ‘’Tapi, kami tetap melakukan pengawasan dan memberikan saran,’’ ujarnya.

Peringatan Hari Santri Nasional hari ini dirayakan sederhana. Rangkaiannya upacara virtual yang dilanjutkan istighotsah. Doa bersama untuk keselamatan bangsa di masa pandemi Covid-19. ‘’Masyarakat dan pesantren yang memperingati Hari Santri diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan,’’ tuturnya. (mg3/c1/cor/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button