features

Tantangan Bambang Panca Nakhodai Kejari di Masa Pandemi

Karier Bambang Panca Wahyudi Haryadi di lembaga adhyaksa diawali di Kota Madiun. Namun, hampir tiga dekade kemudian dia baru kembali ke kota ini setelah mengemban tugas di berbagai daerah.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

SEBELUM menjadi orang nomor satu di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun sejak 8 Agustus 2020 lalu, perjalanan panjang harus dilalui Bambang Panca Wahyudi Haryadi. Dimulai pada 1992 setelah diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) kejari setempat.

Empat tahun berselang dia dipindahtugaskan ke Kejaksaan Timor Timur sebagai Kasi tindak pidana subversi. Kemudian, pada 1999 dimutasi ke Pontianak sebagai Kasi tindak pidana ekonomi. Setelah 2,5 tahun di sana, Bambang digeser ke Kejaksaan Negeri Lumajang sebagai Kasi pidana umum.

Bambang juga sempat bertugas di Kejaksaan Tinggi Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, sebagai Kasi penkum. Selain itu, koordinator intelijen di Palembang selama setahun. ”Kemudian dipromosikan dan jadi Kajari Kabupaten Bener Meriah, Aceh, selama empat tahun. Pernah juga di Sumenep selama dua tahun,” tuturnya.

Kariernya berlanjut di Kejaksaan RI pada 2019 sebelum akhirnya kembali ke Kota Madiun sebagai Kajari. ”Saya dengan Madiun sudah tidak asing. Baik topografi wilayah maupun masyarakatnya. Jadi, waktu kembali ke sini seperti pulang kampung,” ujar Bambang.

Sejak pandemi Covid-19 melanda, tantangan Bambang sebagai Kajari cukup berat. Semua harus menerapkan protokol kesehatan. Pun, selama PPKM darurat hanya 25 persen pegawai yang ngantor, sisanya work from home. ”Hal ini jelas sangat berpengaruh terhadap kinerja,” sebut pria kelahiran Malang, 2 Februari 1967, itu.

Pandemi juga memaksa persidangan dilakukan secara virtual. Jaksa dan hakim di pengadilan, sedangkan terdakwa di rutan. ”Untungnya volume perkara di sini tidak terlalu tinggi sehingga cara itu (sidang virtual, Red) tidak ada masalah,” katanya.

Meski baru setahun bertugas di Kejari Kota Madiun, suami Tri Siswaningsih itu sudah membawa banyak perubahan. Di antaranya, membangun toilet umum, smooking area, serta fasilitas penunjang tamu difabel seperti tangga khusus dan kursi roda. ‘’Di PPKM darurat ini mobil tahanan dialihfungsikan untuk mengangkut oksigen dari Samator ke rumah sakit,” ujarnya. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button