AdvertorialMagetan

Tanpa Stikerisasi, 200 KPM PKH Undur Diri

SENI: Para pendamping PKH menampilkan sosiodrama sebagai media sosialisasi agar KPM PKH mau mandiri.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Siapa bilang keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) selamanya hanya bisa berpangku tangan menerima bantuan. Buktinya, graduasi sebanyak 200 KPM dan 50 anak KPM PKH berprestasi bisa dilaksanakan di Pendapa Surya Graha Rabu (18/12). ‘’Tanpa harus diberi stiker keluarga miskin, ternyata Magetan bisa mandiri. Daerah lain sampai ada yang diberi stiker rumahnya agar mau mandiri,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto usai mengikuti Gelar Aksi Prestasi PKH Kabupaten Magetan yang dimeriahkan aksi pencak silat dari anak KPM PKH berprestasi dan sosiodrama dari pendamping PKH itu.

Kang Woto, sapaan bupati, memberikan apresiasi kepada para KPM PKH mandiri dan anak berprestasi yang bersedia mengundurkan diri. Selain membuat martabat PKM yang tergraduasi lebih tinggi, pengunduran diri itu juga bisa memberikan kesempatan kepada keluarga yang jauh lebih membutuhkan untuk mendapatkan bantuan. Mereka bahkan mendapatkan penghargaan. ”Karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, ” ujarnya.

Kang Woto juga mengacungkan jempolnya kepada para pendamping PKH. Dia salut para generasi milenial itu. Mereka menaruh kepedulian kepada masyarakat kurang mampu dengan menjadi pendamping PKH. Menurutnya, menjadi pendamping bukan pekerjaan mudah. Harus mengecek KPM hingga ke rumah-rumah, bahkan ke sekolah. Belum lagi jika terjadi masalah dengan pin ATM atau sengketa keluarga. Tidak heran jika pendamping PKH dengan jumlah graduasi terbanyak tidak luput dari penghargaan. ‘’Saya salut, anak-anak muda menaruh kepedulian kepada KPM sampai mandiri,’’ ucapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Magetan Sucipto mengatakan, aksi gelar prestasi itu bukan semata-mata untuk memberikan penghargaan kepada KPM yang sudah mandiri ataupun kepada anak KPM PKH yang berprestasi. Namun, juga untuk memberikan motivasi kepada KPM lainnya agar bisa mandiri. Sehingga, tidak lagi bergantung kepada bantuan pemerintah. ‘’Buktinya, mereka bisa memiliki usaha sendiri. Dengan adanya yang graduasi, bisa diberikan kepada lainnya yang belum berkesempatan mendapatkan,’’ pungkasnya. (bel/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close