Ngawi

Tanpa APD Lengkap Bisa Kena Sanksi

Bawaslu-KPU Awasi Pelaksanaan Coklit

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sejumlah petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) kedapatan tidak memakai alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai ketentuan. Kondisi tersebut langsung menjadi sorotan bawaslu setempat.

Ketua Bawaslu Ngawi Abjudin Widyasnursanto mengatakan, pelanggaran tidak menggunakan APD ketika melakukan coklit itu bisa menjadi temuan. Pun, pihaknya dapat memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku.

‘’Jika terbukti bisa dikenai sanksi administratif. Yang jelas, kami ingin sanksi itu bisa membuat para petugas benar-benar paham bahwa kewajiban terkait protokol kesehatan itu harus dipenuhi,’’ ujarnya Kamis (16/7).

Ketua KPU Ngawi Prima Aequina mengatakan, petugas PPDP saat melakukan coklit wajib memakai APD lengkap. Jika diabaikan, pihaknya bakal memberikan teguran. ‘’PPK (panitia pemilihan kecamatan, Red) dan PPS (panitia pemungutan suara) akan selalu mengingatkan,’’ tuturnya.

Prima menjelaskan, ketentuan petugas PPDP wajib mengenakan APD saat bertugas diatur dalam PKPU Nomor 6 Tahun 2020. Dalam peraturan itu disebutkan bahwa mereka saat melaksanakan coklit wajib memakai masker, face shield, dan sarung tangan sekali pakai. ‘’Itu juga menjadi salah satu asas penyelenggara yang wajib dilaksanakan,’’ tegasnya.

Dia menambahkan, beberapa keperluan seperti masker, face shield, sarung tangan, dan hand sanitizer bagi PPDP sudah dipenuhi KPU. Sedangkan pemberian sanksi bagi petugas yang melanggar merupakan kewenangan bawaslu. ‘’Tapi, sanksinya tidak sampai pemecatan,’’ ungkap Prima. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close