Magetan

Tanggulangi Bencana Tanggung Jawab Bersama

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan –  Meski dampak kemarau diprediksi tak separah tahun lalu, tetap perlu diantisipasi. Minim armada dan pendanaan harus dicarikan solusinya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan menekankan setiap desa dan kelurahan untuk memperbanyak pos anggaran penanggulangan bencana. Mengacu UU 24/2007, penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama. ‘’Jadi, bukan hanya tanggung jawabnya pemkab,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Fery Yoga Saputra.

Saat ini BPBD sudah kehabisan anggaran dropping air bersih. Tinggal mengandalkan corporate social responsibility (CSR) dari swasta dan swadaya masyarakat. ‘’Selain mengajukan dana ke pemprov, kami juga mengusulkan pos anggaran dari dana tak terduga,’’ terangnya.

Keterbatasan itu membuat BPBD belum sanggup memenuhi suplai air bersih sesuai standarnya. Mendasar peraturan kementerian kesehatan (permenkes), setiap orang membutuhkan 15 liter air bersih untuk konsumsi dan manci, cuci, kakus (MCK). ‘’Kami baru bisa memenuhi sekitar 13 liter. Plotting anggaran untuk lainnya tidak bisa kami ubah,’’ jelasnya. (fat/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button