Ponorogo

Tanggul Kali Sono Butuh Perbaikan Permanen

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Warga Maguwan tak ingin berlama-lama dirundung gundah diterjang air bah. Perbaikan sementara langsung dilakukan sehari pascabanjir menjebol tanggul Kali Sono pada Selasa (18/2).

Puluhan warga salah satu desa di Kecamatan Sambit itu berjibaku menambal tanggul menggunakan karung pasir. Ternyata upaya itu rutin dilakukan setiap tahunnya. ‘’Kali Sono cukup sering meluap. Kami selalu kerja bakti penebalan tanggul seperti ini,’’ kata Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Maguwan Sumariadi.

Terjangan air bah terbaru mengakibatkan dua titik tanggul jebol. Sisi timur jebol sekitar enam meter dengan ketinggian sekitar tiga meter. Di sisi barat, tanggul jebol sekitar tiga meter dengan ketinggian 1,5 meter. ‘’Di sini hampir setiap tahun meluap,” ujarnya.

Sejatinya, kerusakan kali ini bukan yang terparah. Lima tahun lalu, skala kerusakannya jauh lebih besar. Karenanya, setiap sungai meluap warga sigap melakukan penanganan darurat. ‘’Kami sudah terbiasa memasang sak pasir atau membangun bronjongan,’’ ungkapnya.

Meski disadari bahwa upaya yang rutin dilakukan hampir setiap tahunnya itu sifatnya sementara. Tanggul Kali Sono tetap memerlukan perbaikan permanen. Agar tren banjir tahunan bisa diakhiri. Setidaknya, pemerintah bersedia membangun bronjong dengan material batu. ‘’Musim hujan ini ada beberapa aliran anak sungai yang berkumpul jadi satu di Kali Sono,’’ bebernya.

Kepala Desa Maguwan Endang Sunarwiyati tak menampik warganya selalu cemas setiap diguyur hujan deras. Air bah yang melanda desa awal pekan lalu seolah menjadi pertanda. Sewaktu-waktu hujan bisa turun lebih deras. Tentu, debit air bisa meningkat lebih tinggi lagi. ‘’Mungkin ini sudah tidak asing bagi warga desa kami,’’ ucapnya.

Banjir terparah, sebut Endang, melanda 2016 silam. Semenjak itu, tanggul acap jebol akibat tingginya debit air. Lantaran Kali Sono merupakan titik temu aliran sungai dari Desa Grogol hingga Ngadisanan. Debit air yang terlampau tinggi tak sanggup tertampung dengan baik. (naz/c1/fin)

Rencana Penambalan Lampaui Volume Kerusakan

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menjanjikan bantuan material bronjong untuk menambal lubang menganga di Tanggul Kali Sono. Rabu (19/2) staf BBWS meninjau lokasi tanggul jebol di Desa Maguwan, Kecamatan Sambit, itu. Ditegaskan, urusan sungai tidak hanya menjadi tanggung jawab BBWS Bengawan Solo. Juga ada beberapa urusan yang masuk ranah pemkab setempat. ‘’Akan kami inventarisasi lebih dulu. Mana yang masuk ranah kami dan bukan,’’ kata Pelaksana Teknis BBWS Bengawan Solo Madiun Bambang Murwanto.

DAMPAK LUAPAN: Warga memeriksa tanggul Kali Sono yang jebol akibat tingginya debit air saat diguyur hujan Selasa lalu.

Setelah jebol Selasa sore, warga mendesak tanggul Kali Sono segera diperbaiki. Setidaknya lekas melakukan pemasangan bronjong. Agar konstruksi penahan air itu lebih kokoh. ‘’Segera kami tindak lanjuti,’’ ujarnya.

Bambang mafhum mengapa warga Maguwan mendesak agar pemerintah segera menangani jebolnya tanggul di Kali Sono. Sebab, hari-hari ini hujan intens mengguyur. Pun, hampir setiap hari langit mendung. ‘’Dalam beberapa pekan ini akan kami kirimkan bantuan material bronjong,’’ klaim Bambang.

BBWS akan memberikan bantuan material bronjong dengan desain semipermanen. Untuk sementara, warga memasang tumpukan karung berisi pasir guna menambal tanggul. Upaya itu tentu belum cukup membuat warga tenang. ‘’Kemungkinan akan sepanjang delapan meter. Yang terdampak sebenarnya tidak seberapa. Tapi, yang lebih penting, ini membuat warga tenang, mengurangi kekhawatiran bahwa sungai akan meluap lagi,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close