features

Tangan Sri Widiastuti Terampil Bikin Kerajinan Bunga Sabun

Pandemi korona tidak membuat Sri Widiastuti sekadar menghabiskan hari-harinya dengan urusan dapur. Perempuan itu memanfaatkan waktu luangnya membuat kerajinan bunga sabun yang bisa laku terjual hingga ratusan ribu.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

BAU harum langsung menyeruak begitu masuk ruang tamu rumah Sri Widiastuti di Jalan Thamrin, Kelurahan Oro-Oro Ombo. Aroma itu tidak berasal dari parfum ruangan, melainkan dari replika bunga berbahan baku sabun mandi hasil kerajinan perempuan tersebut.

Kerajinan bunga sabun warna-warni itu sekaligus menjadi pemanis interior rumah Wiwid, sapaan akrab Sri Widiastuti. Dia meletakkannya di meja hingga sudut-sudut ruangan hingga tampak memanjakan mata. ’’Sejak pandemi (Covid-19) menekuni kerajinan bunga sabun,’’ ujarnya.

Wiwid menekuni kerajinan bunga sabun tepatnya sejak November 2020 lalu. Teknik pembuatannya diperoleh dari pelatihan yang digelar dinas tenaga kerja selama tiga hari. Usai pelatihan, dia mencoba mempraktikkan di rumah. ‘’Kebetulan sejak dulu saya suka bikin berbagai kerajinan,’’ ungkapnya.

Satu buah sabun mampu disulap Wiwid menjadi empat tangkai mawar. Namun, itu bukan patokan baku. Jika menginginkan ukuran bunga lebih besar atau yang sedang mekar, membutuhkan bahan lebih banyak. ‘’Hampir semua merek sabun bisa digunakan,’’ tuturnya.

Proses pembuatan bunga sabun terbilang simpel. Sabun terlebih dahulu dihancurkan dengan parutan keju. Kemudian, diremas dengan tangan. Selanjutnya, ditambahkan pewarna makanan sesuai keinginan. ‘’Setelah itu, adonan diaduk sampai warnanya merata,’’ terang Wiwid.

Tahap selanjutnya, menambahkan lem kayu pada adonan sampai tercampur rata. Komposisinya, setiap satu buah sabun dicampurkan dengan satu sendok lem kayu. Kemudian, ditambahkan dua sendok tepung kanji agar adonan tidak lengket. ”Kalau sudah kalis siap dibentuk dengan tangan jadi kelopak-kelopak bunga sesuai keinginan. Tapi, lebih dulu tangan dibasahi dengan baby oil,” paparnya.

Setelah kelopak terbentuk, lalu disatukan dengan kawat hingga menjadi sekuntum bunga yang utuh. Setelah itu, dikeringkan dengan cara diangin-anginkan selama satu hari di ruangan terbuka. Jika sudah kering, dipoles dengan cat semprot warna clear agar awet dan terbebas dari jamur. ”Terakhir dirangkai di pot,” urai perempuan 44 tahun itu.
Dalam sehari, Wiwid bisa menghasilkan 10-15 bunga sabun. Hasil kerajinannya itu dibanderol dengan harga bervasiasi mulai Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu. ‘’Tergantung jumlah bunga, aksesori tambahan, dan pot yang digunakan,’’ ungkapnya. * (dilengkapi Friska OF/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button