Pacitan

Tanam Ganja Hidroponik, Warga Pacitan Digerebek di Sleman

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – SAI kelewat mahir mengolah hidroponik. Tak sembarang tanaman yang dibudidayakan pria 45 tahun asal Bantul, Jogjakarta, itu. Demi mengais keuntungan instan, dia nekat menanam ganja di pot yang dirangkai sedemikian rupa. Aksi nekatnya berhasil membuahkan keuntungan puluhan juta.

Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan RRF, 29, warga Pacitan. Pengganja asal kelurahan Ploso itu mengaku mendapat barang haram dari AW, 28, warga Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku. Itu pun mengaku memperoleh ganja dari seseorang dengan inisial BAK. Sayangnya, pria yang juga memiliki nama samaran Teropong itu keburu kabur saat dikejar petugas. ”Kami langsung lakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku di rumah produsen ini,” papar Wiwit, Selasa (8/6).

Barang bukti yang diamankan meliputi satu batang ganja, dua linting bekas puntung ganja, dan satu plastik kecil berisi biji ganja. Di belakang rumah juga didapati lima pot ganja siap panen. ”Mereka penyuplai ganja di kabupaten ini,” sebut Kapolres.

Jelas beda antara tembakau dan ganja. Meski yang ditemukan banya lima batang, namun barang haram itu bernilai mahal. Satu ons ganja biasanya diecer Rp 200 ribu. ”Jika ditotal, keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp 50 juta,” ungkapnya.

Wiwit menduga pelaku merupakan pemain lama. Dimungkinkan sudah banyak tanaman haram lain yang diperjualbelikan sebelumnya. ”Kami duga pelaku sudah lama melakukan aksinya. Peralatannya sudah lengkap, termasuk benihnya juga ada,” bebernya. (gen/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button