Madiun

Tanah Gerak Ancam Rumah Warga

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Belakangan ini Eko Widodo sekeluarga tidak bisa tidur nyenyak ketika malam tiba. Apalagi bila turun hujan. Sebab, retakan tanah di lahan dan dapur rumahnya di Dusun Klubuk, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, rawan merekah. ‘’Sejak lima hari yang lalu. Retakannya semakin parah seperti ini. Anak-anak sampai tidak berani main di dapur,’’ kata Eko Senin (2/3).

Retakan di rumah Eko itu memanjang searah aliran Sungai Jeroan yang berjarak 30 meter dari tempat tinggalnya. Saat ini panjang retakan mencapai 15 meter. Sedangkan, retakan yang ada di pekarangan rumah sepanjang 30 meter. Kedalamannya sekitar 40-60 sentimeter. ‘’Awalnya retakan kecil. Lama-lama semakin besar,’’ ungkapnya.

Pergerakan tanah tersebut sampai membuat tiang rumah ambles. Terdapat rongga sekitar 40 sentimeter antara tiang dengan atap dapur. Selain itu, di tembok samping tiang terdapat retakan dari bawah sampai atas. ‘’Jadi seperti ini karena tanah di belakang rumah tergerus aliran sungai,’’ terang Eko.

Ancaman tanah gerak juga dirasakan Suparman. Tetangga Eko itu mengaku lahannya ikut terdampak tanah gerak akibat gerusan aliran Sungai Jeroan. ‘’Aliran sungainya semakin ke selatan mendekati kebun dan perumahan,’’ ujarnya.

Suparman mengungkapkan bahwa aliran Sungai Jeroan di sebelah utara kebunnya itu sudah mengalami pergeseran. Menurutnya, pergeseran terjadi seiring dengan munculnya gundukan tanah yang menyerupai pulau. ‘’Penginnya gundukan tanah bisa dibersihkan. Harus pakai alat berat itu. Kalau tidak, bisa habis lama-lama kebun saya,’’ ungkapnya. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button