Ngawi

Tambah Patung dr Radjiman

NGAWI – Setelah renovasi tugu perempatan Kartonyono, bidikan diarahkan pemkab ke monumen patung dr Radjiman Wediodiningrat. Keberadaannya dianggap penting. Selain menjadi ikon baru, monumen itu untuk mengenang dr Radjiman sebagai pahlawan nasional. ’’Kami bangun mulai Juli, lokasinya berada di taman setda,’’ kata Kabag Umum Setda Ngawi Yoga Yusianto.

Yoga lantas memerinci gambaran patung itu. Konsepnya patung setengah badan dari sosok dr Radjiman Wediodiningrat. Lalu, di belakangnya dibangun juga sebuah dinding cekung berisi relief perjuangan pahlawan kelahiran Jogjakarta itu. Di bagian depan juga bakal dibuatkan beberapa anak tangga. ’’Jadi, nanti masyarakat bisa bersantai di monumen itu,’’ ujarnya.

Pembangunan monumen tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari. Mengenai anggarannya menjadi satu paket dengan perawatan taman setda. Dengan menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp 196,8 juta yang diambilkan dari dana bagi hasil (DBH) provinsi. Pemkab memercayakan pengerjaan monumen pengganti dari prasasti pendidikan sebelumnya itu kepada CV Khayya Mandiri. ’’Sebelumnya sempat dibahas lama mengenai beberapa usulan apa yang tepat. Akhirnya disepakati monumen dr Radjiman itu,’’ jelasnya.

Kenapa dipilih dr Radjiman? Pertama karena dr Radjiman merupakan salah seorang pahlawan nasional yang pernah tinggal di Ngawi. Kendati bukan asli Bumi Orek-Orek, tapi pengusulan gelar pahlawan itu yang melakukan adalah Pemkab Ngawi. Selain itu, sebelumnya di tempat itu terdapat sebuah patung berbentuk buku dan pensil yang melambangkan pendidikan. ’’Nah, kami tidak ingin ikon itu hilang. Makanya tidak manusia purba atau gading yang dipilih, tapi pahlawan nasional,’’ paparnya.

Selain menjelaskan mengenai pembangunan monumen itu, kemarin Yoga juga sempat menampik kabar Taman Setda tidak terawat karena banyak fasilitasnya rusak. Dia beralasan proyek pembangunan monumen itu sekaligus memperbaiki kondisi taman yang rusak. Sehingga saat monumen tersebut selesai dibangun, dia juga memastikan kondisi taman sudah kembali layak untuk digunakan bermain anak-anak lagi. ‘’Memang jadi satu kesatuan programnya,’’ ungkapnya. (tif/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button