Ponorogo

Tambah Empat Kasus, Sosialita Hobi Arisan Positif Covid-19

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Ponorogo menuju zona hijau? Tampaknya jauh panggang  dari api. Sebab, kasus positif Covid-19 justru bertambah. Bahkan, empat sekaligus. Tiga imported case dari Surabaya. Sementara satunya, ibu-ibu sosialita anggota arisan. ‘’Imported case kembali menambah kasus Covid-19,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni Senin (29/6).

Tambahan pertama perempuan 48 tahun asal Desa/Kecamatan Ngrayun. Bekerja di Surabaya sebagai asisten rumah tangga. Pulang 23 Juni lalu. Majikannya meninggal karena Covid-19. ‘’Sepulang dari Surabaya langsung diuji swab dan hari ini (kemarin, Red) dinyatakan positif. Sejak datang, sudah isolasi mandiri,’’ beber Ipong.

Tambahan kedua laki-laki 53 tahun asal Baosan Lor, Ngrayun. Penjual tahu salah satu pasar di Surabaya. Ketiga, perempuan 16 tahun asal Dayakan, Badegan. Pekan lalu berangkat ke Surabaya naik travel untuk kerja di sana. Namun, sampai di Surabaya, pemberi kerja minta remaja itu tes polymerase chain reaction (PCR). Karena positif Covid-19, dipulangkan. Setelah ditelusuri, ternyata dua pekan sebelumnya kakaknya datang dari Brebes. Yang bersangkutan juga sempat pergi ke Purwantoro. ‘’Saat ini sudah ditemukan delapan orang kontak erat, mulai keluarga hingga sopir travel yang mengantar,’’ tutur Ipong.

Tambahan keempat, ibu rumah tangga 51 tahun asal Ronowijayan, Siman. Pada 24 Juni lalu, sosialita  ini rapid test lantaran hendak ke Palangka Raya. Hasilnya reaktif. Kemudian dari tes PCR, kemarin hasilnya positif. ‘’Ibu ini sangat aktif bersosialisasi. Dalam dua pekan terakhir sempat mengikuti acara arisan, makan-makan bersama, dan kegiatan lain. Kami temukan lebih dari 30 orang berkontak. Mereka akan di-swab juga,’’ ujarnya.

Total, sudah 43 kasus positif Covid-19 di Ponorogo. Sebanyak 11 pasien isolasi di rumah sakit, 2 meninggal, dan 30 orang sembuh. Ipong mengingatkan pentingnya masyarakat mematuhi protokol pencegahan Covid-19. ‘’Kurangi kumpul-kumpul, bergerombol, bersosialisasi, jika belum mampu patuh protokol kesehatan. Jangan merasa tidak ada keluhan, kemudian jemawa merasa sehat. Padahal siapa pun berisiko menularkan atau tertular Covid-19,’’ sesal Ipong. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close