Mejayan

Tambah Dua Kasus Positif, Satu Pasien Pegawai KAI?

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Madiun kembali merangkak naik. Senin (24/8) dua warga Kecamatan Madiun terkonfirmasi terinfeksi virus yang pertama muncul di Wuhan, Tiongkok, tersebut.

Informasi dihimpun, pasien ke-68 adalah SM, warga Kelurahan Nglames. Perempuan 56 tahun itu istri DK, pedagang Pasar Nglames yang meninggal dunia dengan status positif korona. Pasien ke-69 adalah HB, 38, warga Desa Sumberejo, pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VII Madiun. ‘’Total kumulatif 69 kasus,’’ kata Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Madiun Mashudi Senin (24/8).

Lurah Nglames Anggara Saputra membenarkan satu pasien tambahan itu warganya. Namun, SM bukan termasuk tiga warga hasil pelacakan DK yang diambil swab-nya. Suaminya itu meninggal 7 Agustus lalu dengan status masih suspect. ‘’Yang bersangkutan (SM, Red) isolasi mandiri,’’ ujarnya.

Anggara menyebut, protokol kesehatan di lingkungan tempat tinggal SM diperketat. Dampak penularan korona di wilayahnya, kepedulian sosial warganya kian meningkat. Tidak sedikit perkumpulan yang menyediakan makanan matang untuk SM selama menjalani isolasi mandiri. ‘’Makanannya digantungkan di depan rumah,’’ terangnya.

Kepala Desa Sumberejo Maridi mengatakan, HB kesehariannya bekerja di KAI Daop VII. Mengeluhkan batuk sebelum terkonfirmasi positif. ‘’Dia (HB, Red) tinggal bersama istri dan satu anak. Mereka (anak dan istri HB) isolasi mandiri di rumah,’’ ujarnya.

Terpisah, Manajer Humas KAI Daop VII Madiun Ixfan Hendriwintoko tidak dapat memastikan kebenaran HB karyawan KAI. Dia hanya menyebut salah satu staf di kantornya memang positif korona. ‘’Staf itu menjalani work from home (WfH) sejak 15 Agustus alias tidak bekerja aktif,’’ katanya.

Ixfan menyebut, staf itu melakukan rapid test mandiri. Karena hasilnya reaktif, lantas melapor ke Satgas Covid-19 KAI. ‘’Kami tindak lanjuti dengan berkoordinasi satgas daerah (Pemkab Madiun), lalu di-swab 18 Agustus,’’ terangnya. (den/c1/cor)

Pelanggar Protokol Nyanyi Lagu Nasional

WARGA yang tidak taat protokol kesehatan siap-siap menerima sanksi di muka umum. Forkopimda Kabupaten Madiun sepakat menghukum kalangan yang dinilai tidak mendukung upaya memutus mata rantai persebaran Covid-19. ‘’Menegakkan Inpres 6/2020 tentang Peningkatan dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang dilaksanakan mulai besok,’’ kata Wakil Bupati (Wabup) Madiun Hari Wuryanto Senin (24/8).

Menurut Hari Wur, sapaan akrab wabup, suatu ketentuan sulit diterapkan tanpa ada punishment. Termasuk kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. ‘’Selama ini sudah digalakkan. Tapi, kesadaran masyarakat belum maksimal. Misal ketika pembagian masker, dari 10 orang hanya enam yang disiplin,’’ ungkapnya.

Meski ada banyak bentuk sanksi, forkopimda lebih berfokus pada sanksi moral. Seperti menyanyikan lagu nasional dan bersih-bersih. Sanksi tersebut dipandang bisa meningkatkan kesadaran masyarakat karena mengandung efek moral dan sosial. Penindakan bakal dilakukan menyeluruh. ‘’Penerapan sanksi hingga tingkat kecamatan dan titik-titik yang minim kedisiplinan,’’ beber wabup.

Kapolres Madiun AKBP Eddwi Kurniyanto menambahkan, penerapan sanksi protokol kesehatan siap dijalankan. Setiap polsek diperintahkan mendukung. Sebanyak 135 personel dilibatkan. ‘’Tindakan nanti sifatnya menyadarkan. Keberhasilan perlu dukungan masyarakat dalam bentuk kesadaran yang tinggi,’’ tegasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close