MagetanPendidikan

Tak Tertarik Daftar SMP, Orang Tua Siswa Pilih Ponpes

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Tidak terisinya 3.255 kursi di 26 SMPN menguatkan indikasi bahwa satuan pendidikan negeri di Magetan tidak menarik di mata orang tua siswa. Jumlah ribuan kursi lowong itu hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021. Dari total jatah menampung 7.232 siswa, hanya terisi 3.977.

Dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (disdikpora) setempat mengamini bahwa ada perubahan pola pendidikan pada anak. Orang tua era saat ini punya kecenderungan menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah berbasis agama. ‘’Tidak semua lulusan mendaftar ke SMPN, lebih banyak ke pondok pesantren (ponpes),’’ kata Kepala Disdikpora Magetan Suwata.

Suwata mengatakan, ponpes tidak hanya menyelenggarakan pendidikan nonformal. Melainkan juga formal di bawah naungan Kementerian Agama. Porsi ilmu agama bisa mencapai 80 persen. ‘’Kalau SMP, pendidikan agamanya sudah diatur. Dalam satu minggu hanya empat jam pelajaran,’’ terangnya.

Menurut dia, orang tua ingin kepraktisan dalam pendidikan sang anak. Tidak ingin repot menyekolahkan di SMP sekaligus lembaga pendidikan agama. Karena alasan efektivitas itu, SMPN belakangan ini semakin terpuruk. ‘’Meski begitu, kurikulum Kemendikbud dan Kemenag itu beda. Punya aturan sendiri-sendiri,’’ paparnya.

Faktor lainnya, satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag menerima berapa pun pendaftar. Pagunya lebih longgar. Bahkan, kelas bisa dibuat paralel. Berbeda dengan naungan Kemendikbud, siswa tidak akan mendapatkan NISN jika mendaftar melebihi kuota maksimal. ‘’Sangat ketat,’’ kata Suwata. (bel/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close