Madiun

Tak Punya Alat dan Baju Khusus, Evakuasi Sarang Tawon Vespa Dilakukan Manual

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Proses evakuasi sarang tawon Vespa affinis membutuhkan penanganan khusus. Sayangnya, petugas belum dibekali peralatan dan kostum khusus. Selama ini pemindahan sarang jenis serangga itu dilakukan manual menggunakan pakaian tahan api milik kru pemadam kebakaran Satpol PP Kota Madiun.

Padahal, hampir setiap hari ada laporan warga ke nomor 112 maupun Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Madiun. ‘’Mayoritas laporan animal rescue, termasuk keberadaan sarang tawon ndas (sebutan lain untuk lebah Vespa, Red),’’ kata Kalaksa BPBD Kota Madiun Agus Hariono Kamis (16/1).

Agus memerinci, hingga pertengahan bulan ini saja BPBD telah memusnahkan tujuh sarang tawon. Termasuk evakuasi sarang lebah dari Kelurahan Josenan, Pilangbango, dan Banjarejo pada Rabu lalu (15/1). Sementara, sepanjang tahun lalu, 75 persen dari 34 animal rescue yang ditangani merupakan evakuasi sarang tawon Vespa. ‘’Tawon penanganannya harus khusus, tidak boleh sembarangan,’’ ujarnya.

Menurut dia, evakuasi tawon bernama latin lesser banded hornet itu membutuhkan petugas dengan keahlian khusus. Peralatan dan kostum yang dikenakan petugas jenis khusus pula. ‘’Bajunya tersambung dengan penutup kepala. Ada bagian sirkulasi udara sehingga petugas mendapat pasokan oksigen dengan baik,’’ terangnya.

Agus mengatakan, selama ini kostum yang dikenakan petugas hanya jenis pakaian tahan api. Pun, terpisah dengan penutup kepala. Biasanya untuk bagian leher ditutup dengan selotip. ‘’Tapi, itu masih berisiko. Selain tawon dapat masuk, sirkulasi udara juga kurang baik,’’ bebernya.

Sekadar diketahui, sengatan jenis tawon yang umum hidup di kawasan tropis dan subtropis itu cukup fatal jika tidak mendapatkan penanganan tepat. Bahkan, bila menyerang secara berkelompok dapat mengakibatkan anafilaksis atau alergi berat yang berujung kematian.

Karena itu, pihaknya mengusulkan peralatan dan kostum khusus tersebut pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2020. Bersamaan pengusulan peralatan evakuasi ular. ‘’Sekalian kami usulkan peralatan penanganan ular, selama ini alatnya masih manual,’’ tuturnya.

Dia mengimbau warga yang mendapati sarang tawon Vespa segera melapor. Pun, meminta tidak melakukan evakuasi tanpa didampingi petugas. ‘’Berbahaya, tapi kami harap warga tidak resah. Segera lapor untuk evakuasi,’’ pungkasnya. (kid/c1/isd)  

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close