Mejayan

Tak Puas, Bupati Pimpin Langsung Operasi THM

Nol Minol, Razia THM Diulang

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Razia tempat hiburan malam (THM) di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Selasa malam (24/12) harus diulang. Penyebabnya, hasil operasi pertama petugas satpol PP nol. Alias gagal menemukan minuman beralkhohol (minol) dari enam kafe yang jadi target.

Dari razia kedua, petugas mendapati minuman memabukkan itu dari tiga lokasi berbeda. Yakni, K5, Enjoy, dan MoM. Satu buah jeriken minuman keras (miras) disembunyikan di gudang dan beberapa botol minol serta campuran arak bir greensand (ABG) di room karaoke. ‘’Kami sita sebagai barang bukti (BB),’’ kata Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Madiun Danny Yudi Satriawan.

Petugas gabungan mulai menggelar operasi sekitar pukul 22.15. Pertama mendatangi K5, dilanjutkan ke Enjoy, MoM, dan Tirta Alam. Namun, operasi yang selesai sekitar pukul 00.30 Rabu (25/12) itu sekadar tes darah dan pendataan identitas. Meja-meja di room bersih dari minol. Pun ketika menggeledah ruangan yang diduga kuat sebagai penyimpanan.

Satu jam berselang, operasi kembali digelar. Kali ini dipimpin langsung Bupati Madiun Ahmad Dawami. Kaji Mbing, sapaan Ahmad dawami, rupanya tidak puas atas hasil operasi sebelumnya yang telah disiapkan matang. Operasi kedua selama dua jam, menemukan satu jeriken miras di gudang K5. Sedangkan di MoM dan Enjoy, petugas mendapati beberapa botol bir dan satu pitcher ABG sisa konsumsi. ‘’Operasi kedua ini atas perintah bupati langsung,’’ ujar Danny.

Dalam operasi gabungan bersama dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) dan dinas kesehatan (dinkes), petugas tidak hanya mengamankan minol. Sebanyak 15 pemandu lagu (PL) ber-KTP luar kota dibawa ke mako satpol PP. Informasinya, dua dari puluhan peneman sing song yang dites sampel darahnya ditengarai positif HIV/AIDS.

Danny belum bisa memastikan kebenaran dua PL terindikasi HIV/AIDS itu. Kesehatan lady escort tersebut masih dalam pendalaman petugas dinkes. Juga belasan PL asal luar kota yang tengah ditelusuri kebenaran identitasnya oleh dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil).

Seluruh temuan dalam operasi menjaga ketertiban dan ketenteraman momen Natal dan tahun baru (Nataru) itu ditindaklanjuti masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. ‘’Minol juga akan dicek disperdakop-UM (dinas perdagangan koperasi dan usaha mikro, Red),’’ tuturnya sembari menyebut belum bisa memastikan bisa tidaknya hasil telaah OPD sebagai bahan melakukan penutupan usaha.

Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Madiun Supriyadi mendata ada 15 karaoke di kabupaten ini. Lima di antaranya di Mejayan dan telah mengantongi izin DPMPTSP. Sedangkan sisanya yang masih bodong tersebar di kecamatan lain. ‘’Kalau yang belum memiliki izin akan ditindak tegas. Diawali SP (surat peringatan, Red) satu sampai tiga yang nantinya akan dilakukan penutupan,’’ katanya.

Kaji Mbing menyebut tindak lanjut razia menunggu hasil kroscek OPD. Masing-masing telah diminta menyelesaikan secepat mungkin dan tuntas. Terutama legalitas perizinan THM dan penjualan minol. Kroscek demi memastikan kesesuaian regulasi. Cukup penting seandainya langkah yang diambil nanti melakukan penutupan. ‘’Ada banyak indikator untuk penertiban. Yang jelas harus satu rel dengan visi dan misi Kabupaten Madiun,’’ tegasnya. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button