AdvertorialMadiun

Tak Pakai Masker di Kota Madiun, Diminta Nyemprot Satu Kilometer 

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelanggaran protokol kesehatan masih banyak ditemukan di Kota Madiun. Seperti pada Sabtu malam lalu (29/8), puluhan remaja yang kedapatan tidak mengenakan masker dikenai sanksi melakukan penyemprotan disinfektan sejauh satu kilometer di Jalan Pahlawan.

Sanksi tersebut diterapkan berdasarkan ketentuan peraturan wali kota (perwal) 39/2020. Wali kota Maidi turun tangan langsung mensweeping mereka yang tidak taat protokol kesehatan itu bersama dengan Pendekar Waras.

FOTO: WS HENDRO DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

Dia menegaskan pemakaian masker wajib dilakukan ketika beraktivitas di Kota Madiun. Terutama di tempat fasilitas umum. ‘’Ada pengemudi mobil tidak mengenakan masker, tapi tidak mau disanksi menyemprot. Kemudian, saya kenai sanksi untuk membeli 10 (lembar) masker lalu dibagikan kepada masyarakat,’’ katanya.

Dengan konsep hukuman semacam itu, kata Maidi, sama halnya pelanggar protokol kesehatan tersebut mengajak masyarakat lain untuk disiplin memakai masker. ‘’Upaya tersebut sebagai bentuk edukasi. Jadi, di Kota Madiun tidak ada sanksi berupa denda uang,’’ ujarnya.

FOTO: WS HENDRO DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

Di samping itu, Maidi memastikan pergerakan orang dari luar daerah bakal diketati. Petugas yang berada di delapan pos check point bakal melakukan pemeriksaan pemakaian masker. ‘’Jadi, ketika ini sudah dilakukan dalam seminggu nanti akan saya evaluasi. Begitu juga bagi pengunjung mall yang tidak pakai masker, akan saya kenai sanksi nyemprot seluruh mall,’’ terang mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

Sementara soal syarat bagi warga dari luar daerah yang diminta menunjukkan hasil pemeriksaan kesehatan berupa surat rapid test, Maidi menjelaskan ketentuan itu hanya berlaku saat ada penyelenggaraan kegiatan di Kota Madiun yang mengundang tamu dari luar kota.

FOTO: WS HENDRO DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

Dia mencontohkan seperti acara pendekar gowes beberapa waktu lalu. Peserta yang dari luar daerah diminta untuk menjalani rapid test atau setidaknya dapat menunjukkan keterangan hasil tes cepat yang sudah pernah dilakukan. Begitu juga dengan acara lomba burung yang biasa digelar oleh sejumlah paguyuban di Kota Madiun. Peserta lomba dari luar daerah diharuskan mengantongi surat keterangan rapid test. ‘’Ini demi masyarakat Kota Madiun semuanya,’’ katanya.

Pada kesempatan tersebut, Maidi beserta Pendekar Waras dan aparat gabungan dari Polres serta Kodim juga sempat menyisir sejumlah kafe serta tempat makan. Misalnya, di Jalan Cokroaminoto. Mereka menyasar beberapa tempat nongkrong di jalan tersebut. Tujuannya, memastikan bahwa tempat usaha sejenis itu menaati peraturan. ‘’Ada satu tempat (kafe) yang melanggar (protokol kesehatan),’’ ungkapnya.

FOTO: WS HENDRO DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

Dia menjelaskan bentuk pelanggarannya itu berupa fasilitas tempat duduk di kafe tersebut tidak terpisah jarak (physical distancing). Kondisi tersebut menjadi catatan pihaknya. Bahkan, petugas melayangkan teguran keras kepada pihak pengelola kafe untuk memperbaiki bentuk pelayanan. ‘’Kalau nanti masih seperti itu, mohon maaf sementara akan kami tutup,’’ tegas Maidi. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close