Pacitan

Tak Menghadap Laut, Pedagang Emoh Huni, Pembangunan Kios Pancer Door Muspro

PACITAN – Sepuluh unit kios Pantai Pancer Door, Pacitan, yang dibangun dinas pariwisata mubazir. Para pedagang ogah menempati bangunan terbuka itu karena posisi kios tidak menghadap ke arah laut. Sehingga memengaruhi tingkat kunjungan para pembeli. ‘’Sedikit sekali yang mau datang,’’ keluh Wasito, salah seorang pedagang pantai setempat, Senin (22/7).

Wasito adalah satu di antara 10 pengguna kios yang berjarak sekitar 25 meter dari titik jogging track pantai. Awalnya, warga Desa Ploso, Pacitan, itu bersama pedagang lainnya berjualan di kawasan pantai. Pemkab tergerak mendirikan kios untuk menampung berdagang tahun lalu. Setelah proses serah terima Mei lalu, bangunan itu diujicobakan selama sepekan dalam bulan ini. ‘’Tapi, karena sepi, pedagang pilih membawa gerobak jualannya ke area pantai,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan hasil berjualan di pantai dengan kios terpaut sangat jauh. Dalam sepekan menempati kios, keuntungannya hanya Rp 45 ribu. Sedangkan di pantai, labanya naik 10 kali lipat hanya dalam waktu sehari. Itu karena lokasinya berdekatan dengan aktivitas para pengunjung. ‘’Hari biasa, berjualan sejak pukul 15.00. Kalau Minggu mulai pagi sampai pantai sepi tidak ada pengunjungnya,’’ beber Wasito.

Keputusan pedagang tidak menempati kios dan pilih berjualan di pantai bukan semata-mata memburu profit. Para pengunjung disebut-sebut ikut mengkritik posisi kios yang tidak menghadap ke arah laut. Sebab, bukan view pantai yang dilihat, melainkan pohon cemara di sebelah timur kios. ‘’Pengunjung lebih suka jajan sambil menikmati pemandangan pantai,’’ tuturnya seraya menyebut para pembeli cenderung mendatangi kios paling selatan karena dekat pantai.

Wasito mafhum ada larangan pedagang berjualan di area pantai demi menjaga kebersihan. Namun, untuk urusan itu, masing-masing pedagang diklaim telah proaktif dengan tidak sembarangan membuang sampah. ‘’Ada yang membuat kantong sampah sendiri atau dikumpulkan sementara yang nantinya diambil tukang sampah,’’ terangnya.

Dwi Wahyono, pedagang lainnya, mengapresiasi langkah pemkab memfasilitasi kios. Itu memang yang diharapkan sejak dulu. Akan tetapi, bangunannya tidak sesuai harapan para pedagang. Pedagang sempat diajak koordinasi oleh dinas terkait. Namun, hasil akhirnya di luar ekspektasi. ‘’Kalau tidak menghadap ke laut, pedagang ya tetap jualan di area pantai,’’ tegasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close