Madiun

Tak Laik Jalan, Penumpang Langsung Diturunkan Paksa

MADIUN – Kelaikan bus terus dipantau jelang angkutan Lebaran. Pihak Dinas perhubungan (dishub) Kota Madiun makin rajin menggelar ram check di Terminal Purboyo. Seperti pemeriksaan Kamis (9/5), sejumlah bus antar kota antar provinsi (AKAP) tak luput dicek. ’’Temuan pelanggaran memang belum ada, tapi akan kami cek terus,’’ kata Kepala Bidang (kabid) Angkutan Darat Dishub Kota Madiun Iman Su’aidi.

Iman mengatakan, sampai dengan Lebaran, uji kelayakan bus bakal lebih diintensifkan. Mulai dari roda bus, lampu-lampu, klakson sampai dengan rem. Dishub harus memastikan bahwa fisik bus-bus tersebut dalam kondisi aman digunakan selama mudik. Mengingat, intensitas hilir mudik jelang Lebaran semakin padat. ’’Rutin dilakukan sampai dengan hari H, kalau tidak laik pasti ditilang, pengosongan penumpang, dan pelarangan operasi,’’ ujarnya.

Sementara itu, dalam waktu dekat pihaknya akan menyasar bus malam. Dijadwalkan, dishub akan mengusahakan datang ke terminal lebih pagi. Karena bus malam mudah dijumpai di pagi hari. Sementara itu, ada bus yang sengaja diperingatkan petugas karena uji kir sudah dekat dan salah jalur. ’’Peringatan harusnya nggak masuk terminal,’’ paparnya.

Sementara itu, Kepala Terminal Purboyo Kota Madiun Suyatno selain kelaikan kendaraan pihak terminal juga melakukan perbaikan sarana prasarana. Hanya, plot anggaran pemeliharaan tahun ini mengalami penyusutan. Tahun lalu Rp 120 juta menyusut menjadi Rp 80 juta. ’’Sebenarnya untuk tahun ini ingin menata pekerja asongan dan mempercantik terminal.Tapi dananya segitu belum bisa terealiasi semua,’’  bebernya.

Karena itu dana yang ada akan digunakan untuk memperbaiki talang yang bocor, kamar mandi dan landasan pacu yang kurang rata. Berdasarkan pantauan Radar Madiun di lapangan, landasan pacu sudah membaik dari sebelumnya yang berlubang. Sehingga menimbulkan genangan air jika hujan. ’’Menyiasati anggaran yang minim,’’ ujarnya.

Sesuai UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, terminal bus tipe A atau terminal bus yang melayani angkutan antar kota antar provinsi (AKAP).  Pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Saat ini, Kemenhub masih dalam tahap wacana merenovasi. ’’Masih menyelesaikan DED (detail enggineering design),’’ terang alumnus Universitas Jember tersebut. (dil/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button