Pacitan

Tak Lagi Lesu, Pengunjung Pantai Klayar Tembus 7 Ribu

Pulih dari Bencana, Wisatawan Naik Lipat Dua

PACITAN, Jawa Pos  Radar Pacitan – Kelam memori bencana alam yang menerjang Pacitan beberapa tahun lalu telah pulih. Setidaknya, wisata kabupaten ini kembali bergeliat saat momen libur sekolah bersamaan Natal dan tahun baru (Nataru) kali ini. Pantai Klayar, salah satu objek wisata yang mengalami perubahan tersebut. ‘’Kunjungan Nataru 2018 lesu karena masih dibayangi bencana banjir dan tanah longsor,’’ kata Slamet Widodo, petugas tiket Pantai Klayar, Rabu (25/12).

Slamet menyebut, jumlah wisatawan kali ini mencapai tujuh ribu orang. Perinciannya, empat ribu datang Selasa lalu (24/12) dan tiga ribu per kemarin siang. Penambahan biasa terjadi saat sore. Sebab, kondisi pantai tidak terlalu panas dan pelancong ingin menikmati sunset. ‘’Kalau weekend biasa, sekitar dua ribu sampai tiga ribu pengunjung,’’ ujarnya.

Dia memprediksi jumlah wisatawan terus meningkat hingga perayaan tahun baru. Terutama saat malam pergantian tahun dan weekend terakhir sebelum memasuki tahun tikus logam. ‘’Bisa dua kali lipat lebih dari kondisi saat ini,’’ tebaknya.

Riski Fitriani, salah seorang pengunjung, menyebut akses menuju Pantai Klayar mudah dijangkau. Lokasinya juga berdekatan dengan objek wisata lain. Pantai pasir putih ini masih menjadi pilihan mengisi waktu liburan meski sudah sering dikunjungi. ‘’Pantainya cukup luas,’’ ujar wisatawan asal Solo, Jawa Tengah, tersebut. (gen/c1/cor)

Lalu Lintas Padat, Geser Lokasi Tarik Tiket

TERKENDALI: Sejumlah kendaraan antre masuk Pantai Klayar.

BANJIR kunjungan wisatawan berdampak pada tersendatnya arus lalu lintas. Pemandangan itu terjadi di dekat pintu masuk Gua Gong dan Pantai Klayar Rabu (25/12). Kendaraan mengular sekitar satu kilometer. ‘’Karena antre karcis,’’ kata Kasatlantas Polres Pacitan AKP Miftahul Amin Rabu (25/12).

Amin menyebut, kepadatan dua lokasi itu telah diprediksi. Pihaknya menyiapkan rekayasa lalu lintas. Yakni, penarikan tiket tidak dilakukan di pintu masuk, melainkan tempat parkir masing-masing. Skema tersebut diterapkan untuk kendaraan pribadi dan bus pariwisata. ‘’Jadi, selain motor, mobil dan bus langsung ke tempat parkir dan ditarik karcis di sana,’’ terangnya.

Amin mengakui proses penarikan tiket memakan waktu. Karena harus berkeliling dan melakukan transaksi keuangan. Skema itu lebih baik ketimbang terjadi antrean panjang. ‘’Kami melihat segi urgenitasnya. Kalau dirasa sanggup walau sedikit antre, tidak masalah,’’ ujarnya.

Persoalannya, kantong parkir dua objek wisata itu belum memadai. Meski sudah dibangun, namun belum cukup menampung kendaraan wisatawan. Karenanya, kendaraan terkadang dialihkan ke pelataran warga dan bahu jalan. ‘’Kalau betul-betul tidak mencukupi, kami arahkan pindah ke objek wisata lain yang tidak jauh,’’ tuturnya seraya menyebut Pantai Watukarung bisa jadi opsi alternatif.

Amin menilai kepadatan arus lalu lintas kali ini masih terkendali. Antrean panjang berlangsung singkat. ‘’Puncaknya diprediksi Minggu (29/12) sampai sehari pasca pergantian tahun,’’ katanya.

Dia menyebut, sejumlah anggota disiapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan. Setiap objek wisata didirikan pos pantau dengan lima personel berjaga. ‘’Kami imbau untuk rajin cek kendaraan dan istirahat di rest area yang disediakan,’’ pesannya. (gen/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button