Ngawi

Tak Daftar di DPPTK, Pekerja Migran Dianggap Ilegal

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Peribahasa lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang tidak berlaku bagi sebagian warga Ngawi. Sebab, mereka lebih suka mengais rezeki di luar negeri. Buktinya, jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Ngawi dari tahun ke tahun lumayan tinggi.

Bidang Tenaga Kerja Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi mencatat selama tiga tahun terakhir angkanya tembus di atas 1.000 orang. ‘’Kalau peningkatan sebenarnya tidak begitu signifikan,’’ kata Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Kesempatan Perluasan Kerja DPPTK Ngawi Karsi Rahayu Senin (13/1).

Pada 2017 lalu, jumlah PMI asal Ngawi 1.223 orang. Tahun berikutnya naik tipis menjadi 1.275 orang yang mengadu nasib ke luar negeri. Sedangkan hingga akhir 2019, Karsi belum mendapat total datanya. ‘’Jumlah yang sudah diketahui 1.136 orang. Tapi itu hanya sampai November 2019,’’ jelasnya.

Ditambah bulan Desember, diperkirakan hampir sama dengan tahun sebelumnya. Mereka paling banyak berasal dari Kecamatan Gerih dan Kendal. Saat ini, dari Desa Randusongo, Gerih, ada hampir seribu PMI yang masih aktif. ‘’Itu yang selalu update mengurus data di dinas, belum termasuk yang ilegal,’’ ungkapnya.

Menurut Karsi, data itu tidak semua PMI baru. Ada juga yang sudah berangkat beberapa tahun sebelumnya lalu mendaftar lagi untuk perpanjangan kontrak. Tapi, jumlahnya tidak banyak. Sebab, sebagian tidak mau mengurus di dinas, melainkan cukup di tempat kerja masing-masing. ‘’Itu sangat kami sayangkan,’’ keluhnya.

Seharusnya, lanjut Karsi, PMI yang memperpanjang kontrak seharusnya mendaftar lagi di dinas. Sehingga, masih tercatat sebagai PMI aktif dan legal. Perpanjangan kontrak di negara tujuan juga disebut legal, tapi pihak menganggap ilegal. ‘’Sebenarnya tidak apa-apa. Tapi yang disayangkan ketika ada masalah, kami tidak dapat membantu,’’ paparnya.

Paling sering ada PMI meninggal dunia di tempat kerja. Itu pun dalam tiga tahun terakhir dapat dihitung jari. Meski demikian, Karsi berharap PMI baru maupun perpanjangan tetap mendaftar di dinas. (tif/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close