Madiun

Tak Cukup Rambu, Butuh Pelatihan Petugas Sekolah

Zona tiga sekolah di Ring Road Barat belum dapat dikategorikan selamat. Sampai kini, penggalan jalan di masing-masing lembaga pendidikan itu belum ditandai zona selamat sekolah (ZoSS).

………………….

MEMBUAT aman jalur sepanjang 5,2 kilometer itu tak cukup diberi penanda. Pemasangan rambu dan Zoss sebatas pemberitahuan bagi pengendara. Harus diimbangi penindakan tegas dan pengaturan lalu lintas secara berlapis. Baik dari kepolisian hingga petugas keamanan sekolah. ‘’Tidak cukup simbol, tapi juga harus ada penindakan,’’ kata Siti Yulaika, kepala SMPIT Bakti Ibu.

Kamis (17/10) petugas memasang empat rambu batas kecepatan maksimal dan dua rambu larangan parkir. Menindaklanjuti hasil kesepakatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) pekan lalu. Agar kerawanan di jalur semibebas hambatan yang dicap mematikan itu berkurang. ‘’Kami salut dengan upaya pemkot yang cepat merespons untuk memberikan rasa aman khususnya di lingkungan sekolah,’’ ujarnya.

SMPIT Bakti Ibu terletak di samping flyover. Akses keluar-masuknya bersinggungan langsung dengan kendaraan yang kerap melesat cepat di Ring Road Barat. Seorang pelajar dari sekolah itu terlibat kecelakaan dengan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) hingga neneknya meninggal dunia. ‘’Saya sering khawatir dan gelisah, ketika keluar menuju ring road ada kendaraan yang kencang,’’ ungkapnya.

Kepala SMK YP 17.2 Madiun Imam Rahman Ramli juga berharap adanya pemasangan rambu ZoSS. Hal itu bukan tanpa alasan. Sebab, gerbang sekolahnya langsung berhadapan dengan jalur tersebut. ‘’Saya sering menghindari lewati jalur ini. Lebih memilih masuk gang karena takut,’’ kata Imam.

Kadishub Kota Madiun Ansar Rosidi memastikan pemasangan ZoSS segera direalisasikan dalam waktu dekat. Minggu ini masih dalam tahap perencanaan. ‘’Setelah itu kami realisasikan. Anggaran dari PAK satu paket dengan seluruh perbaikan cross di Kota Madiun,’’ kata Ansar.

Saat ini, dishub masih fokus pendampingan sebagaimana kesepakatan FLLAJ. Pun, rambu batas kecepatan maksimal 60 km/jam, larangan parkir, dan U-turn saat ini telah terpasang. Sementara pita penggaduh dan speed bump menunggu dari DPUTR. ‘’Jangka menengahnya nanti ZoSS. Sebelum dibangun ZoSS, kami harus lakukan pendampingan ke sekolah untuk sosialisasi rekayasa yang baru disepakati ini,’’ lanjutnya.

Ansar pun merespons positif usulan pelatihan petugas keamanan sekolah. Terkait dengan pengaturan lalu lintas di kawasan sekolah untuk mengantisipasi kecelakaan. Akhir bulan ini, pihaknya bakal mengundang perwakilan sekolah dan perwakilan masyarakat. ‘’Pelatihannya awal Desember nanti,’’ sebutnya.

Dia pun sependapat bahwa pemasangan rambu tiada artinya. Tanpa diikuti kesadaran dari setiap pengendara. Karenanya, dia meminta warga mematuhi aturan yang ada. ‘’Untuk penindakan, nanti dari kepolisian,’’ katanya.

Kanit Dikyasa Polres Madiun Kota Aipda Sulaiman menegaskan, sanksi bakal diberlakukan setelah sosialisasi. Disangkakan bagi pengendara yang menerabas batas maksimal kecepatan 60 km/jam. ‘’Rambu itu bukan untuk hiasan. Wajib dipatuhi dan dilaksanakan,’’ tegasnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button