Madiun

Tak Bayar Sanksi Tilang Elektronik, STNK Diblokir

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Masyarakat Kota Madiun ternyata belum semua tertib dalam berlalu lintas. Satlantas Polres Madiun Kota mencatat paling banyak adalah pelanggaran menerobos traffic light. Jumlahnya ada 199 kasus. Disusul pelanggaran markah 60 kasus, tidak memakai helm 50 kasus, safety belt 16 kasus, dan pelanggaran lainnya.
Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Djoko Winarto mengklaim akurasi pelanggaran yang terekam mencapai 100 persen. ‘’Ketika ada pelanggaran, kamera cerdas langsung meng-capture secara otomatis,’’ ungkapnya, Kamis (25/3).

Tangkapan kamera cerdas –semacam CCTV– itu tidak serta-merta dikategorikan pelanggaran. Petugas verifikator perlu menganalisis hasil capture-nya. Jika termasuk pelanggaran, petugas memverifikasi data kendaraan dengan mengecek identitas pemilik kendaraan di database. Lantaran terkoneksi dengan sistem ETLE Presisi Nasional, proses verifikasi itu tersambung dengan daerah lain. ‘’Artinya, pelanggar pelat nomor luar daerah tetap terdeteksi dan ditindak,’’ terangnya.

Setelah itu petugas menerbitkan surat konfirmasi dan dikirim kepada pemilik kendaraan berupa e-tilang melalui e-mail, SMS, atau WA pelanggar. Jika pelanggar tidak memiliki media elektronik tersebut, e-tilang dikirim melalui PT Pos Indonesia. ‘’Pelanggar harus mengonfirmasi melalui link yang tertera dalam surat konfirmasi tersebut,’’ imbuh Djoko.

Jika pelanggar tidak konfirmasi dalam waktu paling lama 10 hari, surat tanda nomor kendaraan (STNK) pelanggar akan diblokir. Untuk membuka blokir tersebut, pelanggar wajib datang ke Posko Gakum di Satlantas Polres Madiun Kota guna memproses e-tilang. ‘’Keselamatan tetap nomor satu meski ada atau tidak ada CCTV. Intinya, patuhi lalu lintas demi keselamatan kita dan pengendara lain,’’ pungkasnya. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button