Madiun

Tak Ada Suroan dan Suran Agung 2021

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kegiatan yang melibatkan massa selama bulan Sura tahun ini kembali ditiadakan. Keputusan itu diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) antara Forkopimda Kota Madiun dengan perguruan pencak silat, Kamis (29/7). Pertimbangannya, situasi pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. ‘’Keselamatan masyarakat adalah yang utama pada masa pandemi,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, Jumat (30/7).

Menurut Dewa, kegiatan Suroan, Suran Agung, dan menyambut 1 Muharam 1443 Hijriah berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Sehingga, jika dipaksakan digelar berpotensi memperluas kasus penularan Covid-19. ‘’Yang jelas, ada sanksi pidana manakala itu dilanggar,’’ ujarnya.

Dalam rakor tersebut ada beberapa poin yang dibahas. Mulai larangan mobilisasi massa besar-besaran, peniadaan kegiatan ziarah makam, hingga pengesahan warga baru secara terbatas. ‘’Seluruh ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah, tolong dipatuhi dan dilaksanakan,’’ pinta Dewa.

Wali Kota Maidi menyatakan bahwa saat ini Kota Madiun menerapkan PPKM level 4. Beberapa kegiatan yang sifatnya berkerumun dilarang. Termasuk Suroan dan Suran Agung yang berpotensi memobilisasi massa besar. ‘’Selama PPKM level 4 tidak boleh ada kegiatan. Karena di situ sudah jelas kriterianya. Kami mengacu aturan dari pemerintah pusat, itu yang diikuti,’’ tegasnya. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button