MadiunPendidikan

Tak Ada Kuota Khusus, Anak Tim Medis Masuk Jalur Zonasi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tak ada jalur atau kuota khusus bagi anak tim medis yang kini tengah berjuang di garis terdepan penanganan Covid-19 dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).  Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun mengelompokkannya dalam jalur zonasi sebagaimana calon peserta didik yang orang tuanya aparatur sipil negara (ASN), juga tenaga kontrak kerja di lingkup Pemkot Madiun serta TNI, Polri, BUMN, dan BUMD.

Sekretaris Dindik Kota Madiun Sri Marhaendra Datta mengungkapkan, kuota petugas medis ataupun aparatur negara lainnya include dalam jalur tersebut. Yakni, jalur zonasi bagi ASN sesuai domisili. Sebagaimana termaktub dalam Peraturan Wali Kota Madiun Nomor 21/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan PPDB pada TK Negeri, SD Negeri, dan SMP Negeri. ‘’Jadi, melalui jalur itu tidak hanya tenaga medis, tapi semua ASN ter-cover melalui jalur tersebut,’’ kata Marhaendra.

Kendati demikian, jalur tersebut tetap memberlakukan berbagai persyaratan sebagaimana jalur lainnya. Salah satunya dikhususkan bagi mereka yang telah mengabdi minimal satu tahun. Ketentuan zonasi diukur dari jarak kantor tempat orang tua bekerja dengan sekolah yang dituju. ‘’Kalau SD berarti zonasi sesuai kecamatan, kalau SMP itu zonasinya kota,’’ ujarnya.

Bagi peserta didik yang orang tuanya sebagai abdi negara yang pindah tugas dari luar kota dan masih ber-KTP/KK daerah asal, dapat menempuh jalur perpindahan tugas orang tua. Mereka wajib melampirkan surat pindah tugas dari pimpinan instansi tempat bekerja orang tua calon peserta didik. ‘’Sama, zonasi diukur dari jarak kantor tempat bekerja orang tua dengan sekolah yang dituju,’’ terang Marhaendra.

Selain itu, bagi orang tua yang pindah domisili wajib menyertakan surat keterangan pindah domisili yang dikeluarkan RT diketahui RW dan kelurahan setempat. Serta membuat surat pernyataan bermaterai Rp 6.000 yang diketahui saksi yakni lima tetangga setempat. ‘’Surat pernyataan itu berisi bahwa yang bersangkutan benar-benar tinggal di tempat domisili tersebut,’’ paparnya.

Dia membeberkan, tidak adanya jalur khusus bagi perawat mengacu pada instruksi pusat. Mensyaratkan bahwa tak ada jalur khusus yang berdiri sendiri bagi calon peserta didik yang orang tuanya merupakan petugas medis ataupun petugas lain yang berjuang di garis terdepan penanganan Covid-19. Karena itu, menurutnya, bagi calon peserta didik yang orang tuanya bekerja sebagai tenaga medis dapat menempuh jalur zonasi tersebut. ‘’Jadi, mengacu pada pusat dan tidak ada pasal yang menyebut jalur khusus atau jalur yang berdiri sendiri bagi calon siswa yang orang tuanya sebagai tenaga medis,’’ bebernya.

Secara umum, jalur PPDB SD dan SMP telah ditetapkan. Yakni, untuk SD tersedia jalur zonasi, afirmasi, dan prestasi. Jalur zonasi dengan kuota paling sedikit 75 persen terdiri dari zona berdasarkan domisili per kecamatan, tempat tugas orang tua, serta lulusan TK/RA Kota Madiun yang orang tuanya berdomisili di luar kota. Sementara jalur luar zonasi diperuntukkan yang berdomisili di perbatasan kecamatan lain sebanyak lima persen. Sedangkan kuota jalur afirmasi sebanyak 15 persen. ‘’Sisanya jalur prestasi,’’ ujarnya.

Jenjang SMP tersedia jalur zonasi paling sedikit 50 persen, afirmasi 15 persen, perpindahan tugas orang tua paling banyak 5 persen, jalur prestasi hasil lomba paling banyak 15 persen, dan jalur prestasi nilai rapor paling banyak 15 persen. ‘’Kuota seluruh jalur berdasarkan daya tampung sekolah masing-masing,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close