AdvertorialMadiun

Tahun Pertama Maidi-Inda Gelorakan Panca Karya

Delapan Bulan, Pemkot Madiun Borong 28 Penghargaan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Delapan bulan memimpin, kinerja Wali Kota Madiun Maidi dan wakilnya Inda Raya Ayu Miko Saputri diganjar segudang prestasi. Sedikitnya 28 penghargaan diraih Maidi-Inda (MaDa) sejak dilantik 29 April lalu. Pencapaian itu tak lepas dari prinsip memajukan Kota Pendekar yang menjadi tujuan seluruh program inovatif.

Maidi membeberkan sederet capaian positif itu tak lepas dari peran serta seluruh warga Kota Madiun. Serta kinerja seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkot. ‘’Kita melayani masyarakat. Prinsipnya melayani tanpa korupsi,’’ kata Maidi.

Dasar melayani tanpa korupsi merupakan prinsip keterbukaan yang tertuang dalam program unggulan MaDa. Yakni, Panca Karya yang berasaskan Nawa Bhakti Satya. Isinya meliputi lima butir. Yakni, Madiun Kota Pintar, Melayani, Membangun, Peduli, dan Terbuka. Atau yang biasa disingkat Kota Pendekar. ‘’Kita harus sinkronkan dengan program pemerintah pusat dan provinsi,’’ ujarnya.

Dari Panca Karya itu diturunkan menjadi berbagai program inovatif. Maidi membeberkan enam kegiatan besar yang tuntas diselesaikan tahun ini. Mulai pembangunan Patung Pendekar di perlimaan Diponegoro hingga Sunday Market di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun sebagai penguat ekonomi kerakyatan. ‘’Semuanya mengarah pada program Panca Karya,’’ tuturnya.

Selanjutnya, pembangunan patung gajah di Kelurahan Demangan, pembangunan Pulau Jalan di sejumlah lokasi, patung keran air gantung di Jalan Mayjend Sungkono sebagai salah satu spot selfie, serta pembangunan jalur pedestrian Jalan Pahlawan. ‘’Di samping kegiatan yang telah dilaksanakan seperti pembebasan retribusi pedagang kaki lima (PKL), asuransi, laptop untuk anak sekolah, beasiswa, dan kegiatan lainnya. Semuanya bertumpu pada kesejahteraan masyarakat,’’ jelasnya.

Maidi menegaskan seluruh program dilaksanakan dengan prioritas penguat ekonomi kerakyatan. Tidak heran jika pendapatan asli daerah (PAD) melebihi target yang telah ditetapkan. Dari target Rp 226,4 miliar, realisasi PAD tahun ini mencapai Rp 240,1 miliar. ‘’Begitu pula untuk serapan APBD sudah cukup baik,’’ tuturnya.

Maidi berharap seluruh capaian positif dan program inovatif dapat ditingkatkan. Bagi MaDa, pencapaian tahun pertama ini menjadi tolok ukur untuk tahun-tahun berikutnya. ‘’Masyarakat di luar Kota Madiun masuk kota ini harus merasa aman, nyaman, damai, dan senang. Sehingga tingkat kepuasan masyarakat semakin tinggi,’’ ucapnya. (kid/c1/fin/adv)

Junjung Pelayanan Transparan, Kuatkan Ekonomi Kerakyatan

TANTANGAN melanjutkan penyelenggaraan rancangan pembangunan jangka menengah daerah ke depan semakin kompleks. Diperlukan strategi dan perencanaan matang menyongsong pemerintahan empat tahun.

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Madiun juga harus senantiasa menjaga kekompakan. Bersama-sama mewujudkan pembangunan daerah sesuai program Panca Karya. ‘’Kolaborasi harus menyeluruh. Antara eksekutif, legislatif, yudikatif dengan masyarakat,’’ kata Maidi.

Maidi berkomitmen tahun depan masih akan terus melakukan pembangunan demi penataan kota yang lebih baik. Seperti pembangunan pusat kuliner di Jalan Rimba Karya, pembangunan pasar bunga, existing ring road timur, realisasi pengadaan laptop, pembenahan alun-alun, pembangunan rusunawa, dan masih banyak lainnya. ‘’Pembangunan tetap berlanjut,’’ ujarnya.

Kemarin (30/12) Maidi meresmikan seluruh pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun. Termasuk di dalamnya enam kegiatan fisik ikonik yang telah diselesaikan dan akan tetap dikembangkan di tahun mendatang. Peresmian itu sekaligus membuka jalur pedestrian Jalan Pahlawan yang akan dijadikan pusat berbagai kegiatan positif.

Maidi menuturkan bakal meningkatkan kegiatan untuk kemantapan ekonomi kerakyatan. Pembangunan di Sungai Rimba Darma di perlimaan Diponegoro bakal dilanjutkan untuk dijadikan pusat kuliner jajanan tradisional dan oleh-oleh khas Kota Madiun.

Jalan Perintis Kemerdekaan (selatan balai kota) bakal disulap menjadi lorong seni. Di sepanjang jalan itu hingga Jalan Pahlawan dijadikan pusat bagi seniman kreatif. Pernak-pernik seni bakal disuguhkan di jalan tersebut. ‘’Mulai kaus kreatif, kaus silat, semuanya ada di situ. Masyarakat yang berkunjung ke Kota Madiun dapat memilih belanja di lorong seni atau mal yang ada di Jalan Pahlawan,’’ terangnya.

Maidi juga berkomitmen memperbaiki pelayanan publik. Serta optimalisasi pengelolaan keuangan daerah. Seluruh pegawai pemkot dan BUMD diharuskan memahami program Panca Karya. Agar target pembangunan Kota Madiun dalam empat tahun ke depan bisa tercapai. ‘’Kalau tidak hafal tentunya akan menghambat pembangunan,’’ tutur mantan sekda Kota Madiun itu.

Maidi juga menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pegawai. Sebab, tantangan yang harus dihadapi aparatur sipil negara (ASN) dalam memenuhi kebutuhan masyarakat semakin kompleks. Pejabat asal Magetan itu menekankan bahwa seluruh pegawai harus berani membuat terobosan, berinovasi dalam melayani masyarakat. Salah satunya dengan tidak melakukan korupsi dan memberikan pelayanan secara transparan. ‘’Saya meminta komitmen itu diterapkan. Supaya masyarakat puas dengan kinerja kita,’’ ucapnya. (her/kid/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close