News

Syarat Utama Terjadinya Interaksi Sosial Adalah

×

Syarat Utama Terjadinya Interaksi Sosial Adalah

Share this article

Syarat Utama Terjadinya Interaksi Sosial Adalah – Disusun oleh: Kelompok: 4 1. IKA PUSPITA (10) 2. BRAMANTYA SETYAWAN ( ) 3. DESI KUSUMA WARDANI ( ) 4. DELLA SYAFRINA PUTRI ( ) 5. UMALA DEWI ( ) 6. BASKORO HARDIMAN ( )

DAMOTSU SHIBUTANI : Suatu cara menjalin hubungan antara orang-orang yang saling bertemu, dan menentukan sistem dan bentuk hubungan itu yang mempengaruhi cara hidup yang ada. KIMBALL YOUNG dan RAYMOND W. MACK: pengaruh timbal balik antara berbagai bidang kehidupan antara bidang sosial dan politik, kebijakan ekonomi, ekonomi dan hukum, dan sebagainya.

Syarat Utama Terjadinya Interaksi Sosial Adalah

GILLIN dan GILLIN: adalah hubungan sosial dinamis yang melibatkan hubungan antar individu, kelompok manusia, dan antara individu dengan kelompok. HOMANS : merupakan perbuatan yang dilakukan seseorang dan menjadi motivasi atas tindakan orang lain pada pasangannya. SHAW: merupakan pertukaran interpersonal dimana setiap orang saling menunjukkan perilakunya dan saling mempengaruhi. THIBAUT dan KELLEY: merupakan peristiwa yang mempengaruhi saat dua orang atau lebih berkumpul dan saat terjadi komunikasi di antara mereka. BONNER : hubungan antara dua individu atau lebih dimana tingkah laku salah satu individu mempengaruhi atau mengubah individu lainnya dan sebaliknya. KIMBALL YOUNG dan RAYMOND W. MACK: Hubungan sosial bersifat dinamis dan melibatkan hubungan antar individu, individu dan kelompok, kelompok dan kelompok.

Apa Yang Menyebabkan Terjadinya Proses Sosial…‚Äč

6 Interaksi sosial merupakan bentuk umum dari proses sosial karena interaksi sosial merupakan prasyarat utama berfungsinya sosial. Pola interaksi sosial merupakan bentuk-bentuk yang muncul ketika masyarakat saling berhubungan dengan menunjukkan kelompok sosial dan kelas sosial sebagai unsur terpenting dalam konstruksi sosial.

1. Proses Asosiasi Terjadi ketika seseorang atau kelompok mempunyai visi bersama yang mengarah pada kesatuan. Jenis-jenis interaksi sosial dalam proses organisasi adalah sebagai berikut: Thompson dan Mc Ewen (dalam Soekanto, 1982) membagi menjadi 5 jenis kerjasama, yaitu: 1) Harmonisasi 2) Negosiasi 3) Pilihan bersama 4) Aliansi 5) Solidaritas. Kerja sama Thompson dan Mc Ewen (dalam Soekanto, 1982) dibedakan menjadi 5 jenis kerjasama, yaitu: 1) Harmonisasi meliputi gotong royong dan gotong royong. 2) perundingan, yaitu pelaksanaan perjanjian pertukaran barang dan jasa antara dua orang atau lebih. 3) Kerjasama (Kooptasi) yaitu cara menerima anggota baru pimpinan organisasi agar tidak terganggunya stabilitas organisasi yang bersangkutan. 4) Aliansi, yaitu gabungan dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. 5) Kerja sama bersama, yaitu kerja sama dalam pelaksanaan proyek tertentu, misalnya; perkebunan sawit, bioskop, hotel dan lain sebagainya.

Baca Juga  Moist Heat Merupakan Istilah Teknik Pengolahan Secara

Young & Mack (dalam Soekanto, 1992), akomodasi sosial mempunyai bentuk yang berbeda-beda, yaitu: 1) Pemaksaan 2) Kompromi 3) Arbitrase 4) Mediasi 5) Konsiliasi yang memfasilitasi rekonsiliasi: 1) toleransi 2) persamaan kesempatan dalam bidang ekonomi 3 ) menghormati orang asing dan budayanya 4) sikap terbuka kelas penguasa dalam masyarakat 5) kesetaraan sektor budaya 6) perkawinan campur atau integrasi 7) adanya musuh bersama eksternal Istilah perumahan dapat digunakan dalam dua pengertian, yaitu proses dan hasil interaksi sosial. Rumah yang mengacu pada negara hasil integrasi sosial, mengacu pada situasi di mana ada kesetaraan baru setelah rekonsiliasi pihak-pihak yang berkonflik. 1) Pemaksaan (coercion) adalah suatu bentuk pemaksaan yang bersifat lingkungan, dimana salah satu pihak berada pada posisi yang lebih lemah dibandingkan pihak lainnya. Penerapannya bisa langsung (fisik) atau tidak langsung (psikologis). 2) Kompromi adalah suatu lingkungan dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi klaim untuk menyelesaikan perselisihan. Dalam hal ini, satu pihak siap merasakan dan memahami keadaan pihak lain, begitu pula sebaliknya. 3) Arbitrase merupakan salah satu cara untuk mencapai kompromi jika para pihak tidak mampu mencapainya sendiri. Perselisihan diselesaikan oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak. 4) Mediasi, hampir sama dengan arbitrase, yaitu menjadi pihak ketiga yang netral dalam suatu sengketa, dan tugasnya adalah mencari penyelesaian sengketa secara damai. Peran pihak ketiga hanya bersifat penasehat dan tidak mempunyai kewenangan mengambil keputusan untuk menyelesaikan perselisihan. 5) Kompromi merupakan upaya mempertemukan kepentingan pihak-pihak yang berkonflik untuk mencapai kesepakatan. Dalam mediasi ini pihak-pihak yang berkonflik dapat didamaikan, misalnya; Untuk perselisihan antara pekerja dan perusahaan, dibentuk komite tetap untuk menyelesaikan perselisihan dimana perwakilan perusahaan dan perwakilan pekerja duduk bersama dalam komite tersebut. 6) Toleransi (toleransi atau partisipasi dalam toleransi), yaitu suatu bentuk akomodasi tanpa izin resmi, yang dapat muncul tanpa memandang jenis sikap toleransi dari satu pihak ke pihak lain. 7) Kebuntuan adalah suatu keadaan dimana pihak-pihak yang bertikai mempunyai kekuatan yang sama untuk berhenti pada suatu titik tertentu dan mengakhiri konflik, karena kedua belah pihak tidak dapat bergerak maju atau mundur, misalnya; tentang hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia mengenai senjata nuklir. 8) Peradilan yang merupakan penyelesaian suatu tuntutan hukum atau perselisihan di pengadilan. Integrasi adalah proses sosial tingkat tinggi yang ditandai dengan upaya untuk mengurangi perbedaan antara individu atau kelompok orang. faktor-faktor yang memudahkan terjadinya integrasi, yaitu: 1) kesabaran, yang akan mendorong terjadinya komunikasi yang akan mempercepat integrasi. 2) Peluang ekonomi yang seimbang, karena dapat menghilangkan perbedaan budaya. 3) menghormati orang asing dan budayanya, yang dapat mempertemukan komunitas-komunitas yang mendukung budaya tersebut. 4) sikap terbuka kelas penguasa dalam masyarakat, sehingga kelompok minoritas merasa diperhatikan sama seperti kelompok mayoritas. 6) Perkawinan atau perkawinan campur, yang dapat membuat orang yang berbeda budaya merasa setara atau tidak berbeda dengan orang yang berbeda budaya. 5) Kesamaan ciri budaya sehingga budaya yang satu terasa dekat dengan budaya yang lain. 7) Bahwa terdapat musuh eksternal bersama yang dapat mendamaikan kelompok yang berseberangan sehingga dapat bersama-sama menghadapi musuh eksternal.

Baca Juga  Sebutkan Tiga Hak Siswa Di Sekolah

Kematangan fisik seseorang Kemauan yang kuat Lingkungan atau cara berinteraksi dengan orang lain PENGETAHUAN BAIK Bahasa: peristiwa yang diakibatkan oleh kontak antara orang-orang yang berbeda kelompok atau pola budaya yang menyebabkan perubahan dalam segala aspek. Interaksi individu kelompok berdasarkan nilai-nilai. dan aturan kelompok pendukung; Fungsi berbagai lembaga/organisasi yang saling mendukung maupun tidak bertentangan

Jelaskan Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

2. Proses keterasingan sosial (Process of Opposition) Merupakan interaksi sosial yang bertujuan untuk saling bersaing untuk mencapai tujuan tertentu. Berikut jenis-jenis interaksi sosial dalam proses segmentasi: a. Kompetisi Ada beberapa jenis kompetisi, seperti: a. persaingan ekonomib. kompetisi budayac. Persaingan untuk mendapatkan kedudukan dan peran sosial d. Persaingan melawan keberagaman ras Persaingan didefinisikan sebagai suatu proses sosial di mana individu atau kelompok yang bersaing berupaya mendapatkan keuntungan dari ruang hidup yang menjadi fokus perhatian publik pada saat tertentu dengan menarik perhatian publik atau memperkuat prasangka yang tidak perlu, yang digunakan untuk ancaman atau kekerasan. . A. persaingan ekonomi, yang diakibatkan oleh terbatasnya pasokan dibandingkan dengan jumlah konsumen. Persaingan bertujuan untuk menguasai produksi dan distribusi demi keuntungan sebesar-besarnya bagi masyarakat. B. kompetisi budaya, yang juga melibatkan kompetisi dalam lingkungan agama, pendidikan dan sosial lainnya. C. persaingan memperebutkan jabatan dan peran dalam masyarakat, sesuai dengan keinginan individu atau kelompok yang ingin diakui sebagai orang atau kelompok yang menghargai kedudukan dan peranan. Pekerjaan dan peran yang harus diikuti bergantung pada apa yang paling dihargai masyarakat pada saat tertentu. Misalnya dulu di Desa Luurah yang populer di masyarakat, namun kini banyak dicari oleh masyarakat yang tinggal di desa tersebut sebagai pekerja yang berpenghasilan banyak. D. Persaingan keberagaman ras yang sebenarnya merupakan kompetisi budaya, pada dasarnya adalah ciri-ciri fisik suatu ras lebih mudah dilihat dibandingkan ciri-ciri budaya lain. Misalnya, ketika Afrika Selatan menerapkan kebijakan Apartheid, orang kulit putih lebih menghormati orang kulit hitam.

Baca Juga  Sebutkan Hak Dan Kewajiban Warga Negara Dalam Melestarikan Lingkungan

C. Pelanggaran terhadap beberapa jenis konflik tertentu, yaitu: 1) konflik pribadi 2) konflik rasial 3) konflik antar kelas sosial dalam masyarakat 4) konflik politik antar kelompok dalam suatu negara atau negara lain 5) konflik internasional Leopold von Wiese dan Howard Becker (1932 ): 1) Umum 2) Sederhana, 3) Keras 4) Rahasia 5) Pertentangan taktis mempunyai beberapa jenis tertentu, seperti: 1) Konflik personal, terjadi pada individu yang tidak saling menyukai. 2) konflik etnis, yang terjadi antar ras atau suku yang berbeda. 3) konflik antar kelas sosial masyarakat yang sering menimbulkan perbedaan kepentingan. 4) konflik politik antar kelompok dalam suatu negara atau antar negara lain yang akan menimbulkan konflik yang bersifat internasional. 5) merupakan konflik internasional akibat perbedaan kepentingan terhadap kedaulatan negara. Berikut ini jenis-jenis kekerasan menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker (1932): 1) Secara umum meliputi tindakan seperti penolakan, penolakan, perlawanan, tindakan mengganggu, demonstrasi, gangguan, tindakan kekerasan dan rencana intervensi dalam aspek lainnya. . . 2) Sederhana, seperti menolak pernyataan orang lain di muka umum, mengumpat lewat surat atau surat, menghina, menghina, melemparkan beban pembuktian kepada pihak lain. 3) Pelecehan seperti penghasutan, penyebaran berita yang mengecewakan pihak lain dan lain sebagainya. 4) Niat, misalnya mengumumkan niat pihak lain, tindakan penipuan dan sebagainya. 5) Taktik seperti mengejutkan lawan, mengalihkan perhatian atau kebingungan

Jelaskan syarat terjadinya interaksi sosial dalam masyarakat, syarat terjadinya interaksi sosial adalah komunikasi dan, jelaskan syarat syarat terjadinya interaksi sosial, syarat interaksi sosial, syarat terjadinya interaksi, sebutkan dan jelaskan syarat terjadinya interaksi sosial, syarat terjadinya interaksi sosial, faktor terjadinya interaksi sosial, proses terjadinya interaksi sosial, terjadinya interaksi sosial, jelaskan dua syarat terjadinya interaksi sosial, faktor faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial