Advertorial

Suyoto Pimpin PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Suyoto hanya bisa menikmati rehat dua minggu. Dia pensiun sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dengan jabatan terakhir staf ahli bidang pemerintahan, hukum, dan politik Setda Kota Madiun 30 Juni lalu. Kamis (15/7) dia resmi mengemban jabatan baru sebagai direktur utama (Dirut) PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun.

Selain Suyoto, Heri Sulistyono juga diambil sumpah dan dilantik sebagai direktur administrasi dan keuangan PDAM di GCIO Diskominfo Kota Madiun tersebut. Prosesi yang digelar secara virtual itu dipimpin Wali Kota Madiun Maidi. Dalam arahannya, wali kota meminta jajaran direksi yang baru segera beradaptasi dan mengoptimalkan potensi yang ada. ‘’Selamat, direksi baru harus segera tancap gas,’’ kata Maidi.

Wawali Kota Madiun Inda Raya (IR) AMS menambahkan, sesuai arahan wali kota, jajaran direksi baru diharapkan dapat meningkatkan kinerja PDAM. Mampu me-manage internal dan eksternal perusahaan. Selain prioritas pelayanan pelanggan ditingkatkan, diharapkan pula dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui berbagai inovasi. ‘’Bisa memproduksi air kemasan, air galon yang dapat men-support kebutuhan air minum di kota,’’ ujar IR.

Suyoto menyatakan siap tancap gas. Menata kepegawaian serta merealisasikan pengembangan usaha. Dia berhitung produksi air kemasan baru 40 persen dari kapasitas mesin yang mencapai 30 juta meter kubik. Atau baru memanfaatkan 12 juta meter kubik. ‘’Semua memanfaatkan potensi yang ada, yang selama ini belum dimanfaatkan,’’ jelas Suyoto.

Alumnus Universitas Gadjah Mada itu menyebut bahwa masih ada potensi 60 persen yang harus dimanfaatkan. Suyoto diberi deadline 18 bulan memanfaatkan potensi yang ada. Jika bisa, omzet tercapai 50 persen dari kebutuhan air kemasan di kota ini. ‘’Kami akan bekerja keras untuk merealisasikan itu,’’ janjinya.

Suyoto optimistis dapat merealisasikan target yang diharapkan. Apalagi dia menilai PDAM tidak hanya bergerak di bidang sosial, melainkan berorientasi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). ‘’PAD itu 55 persen dari laba bersih yang diperoleh PDAM Tirta Taman Sari,’’ bebernya.

Sejauh ini, lanjut dia, PDAM berkontribusi PAD mencapai Rp 6,7 miliar. Melalui pengembangan usaha itu, Suyoto yakin mampu mendongkrak pendapatan. Dia berani pasang taksiran kontribusi PAD mencapai Rp 10 miliar pada akhir masa jabatannya. ‘’2026 mendatang kami optimistis PAD bisa tercapai di angka itu,’’ tegasnya. (her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button