Ngawi

Susah Petani Tembakau di Ngawi Tak Punya Gudang Sendiri

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab masih setengah hati memperhatikan nasib petani tembakau di Ngawi. Sampai kini belum difasilitasi gudang untuk menyimpan hasil panen tembakau. Padahal, keberadaannya sangat dibutuhkan petani sebelum mendapatkan pembeli. Komoditas tembakau tak bisa disamakan dengan padi atau jagung. ‘’Gudang sangat dibutuhkan saat kami overproduksi,’’ kata Sudar, salah seorang petani tembakau di Karangjati, Minggu (13/6).

Beberapa tahun terakhir, serapan tembakau dari pabrik rokok menyusut. Tahun ini mereka yang terhimpun dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi berusaha merintis kembali pasar di beberapa pabrik rokok. Namun, perjuangan itu memerlukan fasilitasi tempat penyimpanan. Gudang bakal memudahkan utusan pabrik rokok saat berburu tembakau. Tak perlu mendatangi rumah ke rumah petani tembakau. ‘’Itu yang membuat kami susah. Gudang tidak siap, mau disimpan di mana tembakaunya,’’ ungkap Sudar.

Gudang tembakau harus beratapkan seng yang bisa menyerap panas matahari secara maksimal. Hawa panas membantu pematangan tembakau yang sudah dirajang. Semakin panas, maka semakin bagus untuk mempercepat fermentasi. Juga diperlukan panggung kayu untuk menumpuk karung tembakau. Jika langsung beralaskan lantai ubin, tembakau mudah lembap dan jamuran. Disimpan di rumah juga rentan terkena tempias air hujan. ‘’Sudah lama kami usul pembangunan gudang khusus tembakau. Tapi sampai sekarang belum ditanggapi,’’ ungkapnya.

Keterbatasan itu mengharuskan petani menyewa gudang. Seperti di Desa Jatipuro, Kecamatan Karangjati. Padahal, tempat yang disewa itu sejatinya gudang padi. ‘’Kalau ada gudang, petani bisa menitipkan tembakaunya dan dijual saat tembakaunya sudah matang atau saat harganya naik. Karena tembakau biasanya menunggu hingga dua tahun sebelum layak diproduksi menjadi rokok,’’ pungkasnya. (sae/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button