Madiun

Haram Konvoi Motor Pesilat di Suroan dan Suran Agung

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sistem pengamanan pelaksanaan Suroan dan Suran Agung 2019 mulai disusun Kamis (29/8). Polres Madiun Kota menyebut, sebanyak 1.150 personel gabungan yang terdiri dari Satbrimob Polda Jatim, TNI, dan satpol PP dikerahkan untuk mengamankan tradisi pergantian tahun baru Islam tersebut.

Para personel yang terlibat dalam pengamanan kegiatan itu diapelkan bersama di mapolresta kemarin. Pengarahan pasukan itu disampaikan langsung oleh Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu.

Dalam kesempatan itu, Nasrun menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama kegiatan. Terlebih pelaksanaan Suroan dan Suran Agung menjadi atensi nasional. ’’Pakta integritas yang ada telah disepakati, bahwasanya kegiatan tersebut harus berjalan dengan aman,’’ kata Nasrun.

Untuk pola pengamanan, lanjutnya, tidak ada yang berubah. Semua masih sama seperti tahun lalu. Di mana, setiap pintu perbatasan masuk ke Kota Madiun bakal dijaga oleh aparat. Termasuk di beberapa jalur alternatif lainnya. Penjagaan itu diberlakukan untuk mengantisipasi adanya rombongan pendekar dari luar daerah yang berupaya masuk ke Kota Madiun menggunakan sepeda motor. ’’Masing-masing ketua paguyuban (pencak silat) bertanggung jawab atas pergerakan (massa) dan harus mendapatkan izin dari kepolisian setempat,’’ tegas mantan kasubdit II Ditreskrimum Polda Sumsel itu.

Nasrun mengatakan, sesuai kesepakatan bersama, bagi masyarakat luar Kota Madiun diwajibkan menggunakan kendaraan roda empat bak tertutup saat mengikuti kegiatan Suroan dan Suran Agung. Dari titik keberangkatan, mereka juga harus mendapat pengawalan dari anggota TNI/Polri. ’’Pintu perbatasan tetap kami jaga, dikhawatirkan adanya ketidaktahuan dari masyarakat. Jadi, kalau mereka ada yang menggunakan kendaraan roda dua, akan kami halau dan kami kembalikan ke daerahnya masing-masing,’’ terang Nasrun.

Wali Kota Madiun Maidi mendukung penuh pelaksanaan Operasi Aman Suro 2019. Dia beserta jajaran kepala daerah se-Madiun Raya menjamin kegiatan Suroan dan Suran Agung di Kota Madiun dapat berjalan aman dan tertib. Tidak hanya itu, dia berkeinginan menjadikan wisata suran terhadap pelaksanaan dua agenda besar itu. ’’Harapannya, siapa pun yang datang ke sini itu bisa senang, aman, dan nyaman. Jadi artinya, keamanan yang dilakukan oleh kepolisian itu bukan yang menakutkan, tapi justru membuat nyaman semuanya,’’ paparnya.

Setelah gelar pasukan, seluruh perwira kemudian dikumpulkan oleh Kabag Ops Polres Madiun Kota Kompol Gatot Sudiyoto untuk melakukan simulasi dalam bentuk tactical floor game (TFG). Dalam TFG tersebut dilakukan sejumlah skenario pengamanan. Mulai dari penjagaan di pintu masuk kabupaten-kota, beberapa ruas jalan kota, serta di lokasi pelaksanaan Suroan dan Suran Agung.

Simulasi itu dibuat semirip mungkin dengan pengamanan di lapangan. Simulasi dilakukan menggunakan alat bantu mobil dan personel tiruan. (her/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close