Madiun

Suroan dan Suran Agung Dialihkan Bakti Sosial

Tak Ada Mobilisasi, Pendekar Ikut Melindungi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Di masa pandemi ini Suroan dan Suran Agung memperingati 1 Muharam mendapat atensi khusus. Seluruh jajaran forkopimda Bakorwil I Madiun, Nganjuk, dan Bojonegoro melakukan koordinasi pemantapan Kamis (13/8). Guna memastikan tak ada mobilisasi massa besar-besaran. Kesepakatan ini semata demi percepatan penanganan Covid-19 di daerah masing-masing.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jawa Timur Kombes Pol Muhammad Firman telah melakukan pertemuan dengan perguruan pencak silat. Ada empat poin yang disepakati. Pertama, kegiatan ziarah makam tahun ini ditiadakan. Kedua, pengesahan warga baru khususnya bagi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dilaksanakan di wilayah masing-masing, baik di tingkat cabang maupun ranting. Ketiga, pengesahan calon warga baru tidak menimbulkan pelanggaran hukum baik terhadap masyarakat maupun perguruan pencak silat lainnya. Keempat, apabila terjadi pelanggaran, akan diproses sesuai hukum yang berlaku. ‘’Ditiadakan karena berpotensi menimbulkan pergerakan massa dan berkumpulnya masyarakat sehingga dikhawatirkan muncul klaster baru,’’ kata Firman.

Kesepakatan itu diharapkan dapat mengubah status zona penyebaran di Madiun Raya menjadi zona hijau. Pada sisi lain juga menjaga situasi kamtibmas. Dia berharap seluruh warga tetap mematuhi protokol kesehatan. ‘’Seluruh ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah, tolong dipatuhi dan dilaksanakan,’’ pintanya.

Komandan Korem 081 Madiun Kolonel Inf Waris Ari Nugroho memastikan pengamanan tetap dilakukan untuk antisipasi. Pihaknya menyiapkan personel di seluruh wilayah kerjanya. Serta optimalisasi tiga pilar dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah bersinergi untuk menciptakan kamtibmas dan memutus rantai persebaran Covid-19. ‘’Saya tegaskan agar dipedomani dan dilaksanakan. Tidak hanya disampaikan secara seremonial tapi dilaksanakan dengan sebenarnya,’’ ujarnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bakorwil I Madiun Benny Sampirwanto menyatakan, untuk mewujudkan kamtibmas perlu dukungan semua pihak. Karenanya, pada momentum Suroan dan Suran Agung tahun ini pihaknya meminta partisipasi semua elemen masyarakat, utamanya pengurus perguruan pencak silat, agar tidak ada mobilisasi massa saat peringatan 1 Muharam. ‘’Kami harap seluruh forkopimda turut mendukung kamtibmas di Madiun yang menjadi pusatnya perguruan pencak silat,’’ kata Benny.

Wali Kota Madiun Maidi meminta seluruh perguruan pencak silat di Madiun mematuhi ketentuan yang telah menjadi kesepakatan bersama. Komitmen ini wajib dipatuhi dan dilaksanakan seluruh anggota hingga tingkat bawah dan ranting maupun cabang daerah. ‘’Jangan sampai muncul klaster baru,’’ kata Maidi.

Maidi tidak akan memberikan toleransi bagi warga yang tidak menjalankan komitmen. Apalagi sampai ada yang bertindak anarkis dan melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Perayaan Suroan dan Suran Agung lebih diarahkan untuk membantu penanganan Covid-19. Mulai serentak membagikan masker di masing-masing ranting, sterilisasi dan kerja bakti di padepokan PSHT dan PSHWTM, hingga membagikan sembako. ‘’Tidak ada yang ngeyel. Semua harus taat. Kegiatan-kegiatan ini menjadi komitmen semua pengambil kebijakan di daerah Bakorwil I Madiun. Saya tidak akan memberikan toleransi bagi warga yang tidak komitmen,’’ ujarnya.

Maidi juga mengajak seluruh perguruan pencak silat untuk bersama melawan korona. Caranya disiplin menerapkan protokol kesehatan, selalu memakai masker, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan. ‘’Pendekar bukan malah menakut-nakuti, tapi harus melindungi. Ikut melindungi masyarakat dari Covid-19, ayo bergerak dengan kekuatan yang dimiliki. Kekuatan massa, kekuatan tenaga, serta pemikiran,’’ tegasnya.

Sebagaimana hasil koordinasi sebelumnya, Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM) Madiun R. Agus Wiyono Santoso berkomitmen dengan keputusan hasil koordinasi. Mas Win -sapaan akrabnya- menyebut bahwa tahun ini tidak ada kegiatan Suran Agung. Hal itu sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Meskipun sebenarnya pihaknya telah mengonsep kegiatan sakral itu dalam bentuk kirab budaya yang berbeda dari tahun sebelumnya. ‘’Kami minta saudara seasuhan taati anjuran pemerintah,’’ kata Mas Win.

Acara sakral setiap 10 Muharam yang biasa mendatangkan basis massa puluhan ribu dari berbagai daerah itu dialihkan pada kegiatan bakti sosial di masing-masing daerah. Bisa berbentuk penyaluran bantuan, kerja bakti, dan kegiatan lainnya yang prinsipnya mendukung upaya pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19. ‘’Bakti sosial secara bertahap sudah kami mulai dengan membagikan sembako bagi mereka yang mengalami kesulitan selama pandemi,’’ ungkapnya.

Kendati tidak bisa dilaksanakan karena pandemi, hal itu tidak mengurangi substansi dari keluhuran perayaan Suran Agung. Terpenting seluruh pesilat meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. ‘’Selalu berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir, ini menjadi ikhtiar kita bersama untuk mendukung pemerintah,’’ jelasnya.

Perwakilan PSHT Parapatan Luhur (Parluh) 2016 dan 2017 yang hadir siap mendukung komitmen dan hasil kesepakatan. Sementara itu, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Madiun menyerukan agar perguruan pencak silat melakukan kerja bakti di masing-masing padepokan. Juga membagikan masker dan sembako. Kapolres Madiun Kota AKBP R. Bobby Aria Prakasa siap menerjukan 1.265 personil untuk pengamanan. ‘’Kami siap menurunkan personil untuk pengamanan jalannya bakti sosial dan kegiatan sejenisya membantu penanganan Covid-19,’’ kata Bobby. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button