Ponorogo

Suranti Hilang Kontak dengan Anak di Tiongkok

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Resah dirasakan Sarunti. Sejak tiga hari terakhir, perempuan asal Kapuran, Badegan, itu hilang kontak dengan Arnita Sari, putrinya yang kuliah di Tiongkok. Sarunti waswas terkait kabar merebaknya virus 2019-novel coronavirus (2019-nCoV) alias korona di Negeri Tirai Bambu. ‘’Terakhir komunikasi tiga hari lalu,’’ ujar Sarunti Selasa (28/1).

Arnita merupakan siswi lulusan SMAN 1 Badegan tahun lalu. Dari laman resmi sekolah itu, Arnita mendapat beasiswa jurusan bisnis internasional di Yangzhou Polytechnic Institute di Kota Yangzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok.

Arnita, kata Sarunti, berangkat ke Tiongkok beberapa pekan lalu. ‘’Waktu berangkat belum tahu kalau di sana sedang ramai flu Wuhan,’’ tuturnya. ‘’Sejak awal anak saya memang ingin melanjutkan kuliah di Tiongkok,’’ imbuhnya.

Radar Ponorogo mencoba mengonfirmasi terkait keberangkatan Arnita ke Tiongkok pada pihak SMAN 1 Badegan. Namun, hingga tadi malam belum ada respons. ‘’Anak saya berangkat bersama seorang siswi lain dari Ponorogo. Katanya, di kampus yang sama di sana juga ada dua teman lain dari Tangerang,’’ bebernya.

Begitu mengetahui santernya pemberitaan terkait flu Wuhan yang merebak di Tiongkok, Sarunti langsung berusaha menghubungi Arnita. Namun, sejauh ini tidak ada respons. ‘’Sudah tiga hari ini tidak berkomunikasi,’’ ungkapnya.

Pada komunikasi terakhir, lanjut Sarunti, Arnita memberi kabar bahwa kampusnya ditutup sementara. Namun, sang putri yang berusia 18 tahun itu tidak menyebutkan alasannya. ‘’Terakhir hanya bilang pergi ke Guangzhou karena kampusnya ditutup,’’ ujarnya. (naz/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close