KriminalitasNgawi

Sungguh Kejam! Begini Kronologi Kasus Pembunuhan Bella

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Motif di balik kasus pembunuhan Bella Diar Ulul Azmi, 24, yang jasadnya ditemukan di kebun jagung Senin lalu (23/12) akhirnya terkuak. Polisi menyebut peristiwa yang sempat menggemparkan warga itu merupakan aksi pencurian dengan kekerasan hingga mengakibatkan korban tewas.

‘’Motifnya tersangka ingin menguasai dan memiliki barang-barang berharga milik korban,’’ kata Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto dalam konferensi pers di Mapolres Ngawi Jumat (27/12).

Kamis malam (26/12) petugas Satreskrim Polres Ngawi bersama Resmob Jogoboyo Subdit Jatanras Polda Jatim berhasil membekuk Muhammad Iqbal Maulana, 19, pelaku pembunuhan keji tersebut. Warga Desa Banjarbanggi, Pitu, itu kini ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus tersebut.

Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengenal korban lewat aplikasi Hello Yo sekitar satu bulan lalu. Kemudian pada Minggu lalu (22/12) korban dan tersangka membuat janji untuk bertemu di kawasan Banjarejo, tidak jauh dari lokasi pembunuhan tersebut.

‘’Korban yang datang menjemput tersangka. Setelah bertemu, keduanya sempat jalan-jalan dulu,’’ ujar Dicky sembari menyebut itu merupakan pertemuan kali pertama antara korban dengan tersangka. Sebelumnya, Bella dan Iqbal sekadar berkomunikasi melalui medsos.

Sejak awal bertemu, tersangka sudah memiliki niat untuk menguasai barang-barang berharga milik korban.  Mulai handphone, uang, hingga sepeda motor. ‘’Karena niat tersebut akhirnya terjadilah kekerasan yang menyebabkan korban sampai meninggal dunia,’’ beber kapolres.

Dicky mengungkapkan, tersangka menghabisi Bella dengan mencekiknya hingga kehabisan napas. Sebelum itu, Iqbal beberapa kali memukul bagian kepala korban. Bahkan, sempat menggunakan kunci motor dan cincin bermata batu untuk melukai bagian belakang kepala Bella.

‘’Makanya ada luka robek di bagian kepala belakang. Itu karena dipukul pakai kunci,’’ sebutnya. ‘’Pembunuhan itu diperkirakan terjadi Senin dini hari (23/12). Karena saat ditemukan oleh saksi sekitar pukul 08.00, tubuh korban masih hangat dan belum kaku,’’ imbuhnya.

Setelah tersangka memastikan korban tak bernyawa, lanjut Dicky, pakaiannya dilucuti. Lalu, dimasukkan ke kantong plastik dan dibuang ke Bengawan Solo tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Itu dilakukan untuk mengelabui polisi agar terlihat seperti kasus pemerkosaan.

Tersangka kemudian membawa kabur sepeda motor berikut benda berharga milik korban ke arah Sidoarjo. Kendaraan tersebut kantas dijual melalui Facebook dengan harga Rp 4,6 juta. ‘’Hasilnya dibelikan handphone baru dan masih sisa Rp 210 ribu,’’ tuturnya.

Dicky menambahkan, tersangka merupakan residivis pencurian sepeda motor (curanmor). Pun, sejak usia 16 tahun sudah melakukan tindak pidana curanmor dan sempat meringkuk di penjara. Informasinya, tersangka baru bebas dari Lapas Kelas II B Ngawi akhir November lalu.

Selain membekuk Iqbal, polisi juga mengamankan Miskano, 28. Pun, warga Katerungan, Krian, Sidoarjo, itu kini berstatus tersangka karena menjadi penadah motor hasil rampasan milik korban. ‘’Nggak curiga (hasil rampasan), karena katanya ada STNK-nya tapi BPKB masih digadaikan,’’ ujar Miskano. (mg1/tif/c1/isd)

 

Pendiam dan Jarang Bergaul

BAGAIMANA sosok Muhammad Iqbal Maulana -pelaku pembunuhan Bella- di mata tetangga? Warga Dusun Geneng, Desa Banjarbanggi, Pitu, itu dikenal sebagai pribadi pendiam dan jarang bergaul dengan teman-teman sebayanya di kampung.

Iqbal juga jarang mengikuti kegiatan warga di sekitar tempat tinggalnya. ‘’Anak itu (Iqbal, Red) berbeda dengan yang lain, cenderung tertutup,’’ kata Budi Purwanto, salah seorang perangkat Desa Banjarbanggi, Jumat (27/12).

Sepengetahuan Budi, kedua orang tua Iqbal telah bercerai. Sang ayah sudah menikah lagi. Ibu tirinya saat ini bekerja di Surabaya. Sementara ibu kandungnya berada di Bogor. ‘’Kelihatannya kurang perhatian dan kasih sayang,’’ ujarnya.

Iqbal, kata dia, sebelumnya sudah dua kali terjerat kasus pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Terakhir, pemuda 19 tahun yang kini menjadi tersangka tunggal kasus pembunuhan Bella itu dijebloskan Lapas Kelas II B Ngawi. ‘’Sepengetahuan saya baru keluar dari lapas beberapa bulan lalu,’’ imbuh Budi.

Budi mengungkapkan, di lingkungan desanya, selama ini Iqbal dikenal panjang tangan. Beberapa kali diketahui menggondol barang milik warga lainnya. Mulai peralatan rumah tangga hingga burung piaraan menjadi sasarannya. ‘’Pernah saya sekali memergoki dia merampas HP milik anak punk di jalan,’’ ungkapnya.

Budi menyayangkan aksi pencurian maupun pembunuhan yang dilakukan pelaku. Apalagi, ayahnya saat ini dalam kondisi sakit-sakitan. ‘’Sakit stroke. Kalau tahu anaknya terlibat kasus pembunuhan pasti terpukul,’’ pungkasnya. (mg1/c1/isd)

 

Minta Pelaku Dihukum Berat

TANGIS Eny Setyorini seketika pecah saat diminta menyampaikan keinginannya terhadap pelaku pembunuhan Bella yang merupakan keponakannya. Pun, perempuan itu berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. ‘’Nyawa harus dibalas nyawa, itu baru imbang,’’ kata Eny usai mengikuti konferensi pers di Mapolres Ngawi Jumat (27/12).

Eny patut berharap pelaku mendapat hukuman berat. Setidaknya, di matanya Bella merupakan sosok yang bertanggung jawab. ‘’Bella sampai seperti itu karena berusaha mempertahankan motornya. Karena itu motor saya, dia merasa bertanggung jawab untuk mengembalikannya,’’ ujar Eny sambil terisak.

Di sisi lain, Eny menepis isu bahwa Bella merupakan seorang pemandu lagu di salah satu tempat karaoke Ngawi. Dia menyebut korban baru saja resign dari pekerjaannya di Jakarta sebagai karyawan perusahaan swasta. ‘’Awalnya dia kerja ikut saudara, tapi karena ibunya sakit-sakitan akhirnya mengundurkan diri. Jadi, kepulangannya ke Ngawi itu sebenarnya agar bisa merawat ibunya,’’ jelas Eny.

Eny menambahkan, pada Minggu lalu (22/12) Bella sempat diajak ibunya mengantar kakek ke Madiun untuk terapi. Namun, korban menolak dengan alasan ada kepentingan lain. Lalu, sorenya Bella pamit ke ibunya hendak makan-makan bersama temannya. Perempuan itu diketahui pergi membawa motor milik Eny. ‘’Tapi, sampai magrib belum kembali. Padahal biasanya tidak pernah seperti itu,’’ ungkapnya.

Kala itu Bella sudah tidak bisa lagi dihubungi. Namun, keluarga masih berpikir positif sebelum akhirnya pada pagi keesokan harinya mendapat kabar bahwa Bella ditemukan tewas di kebun jagung masuk Desa Banjarbanggi, Pitu. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close