Ngawi

Sumur Sibel Biang Krisis Air Bersih

Desa Ajukan Droping ke BPBD Tembus 51

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Semakin maraknya penggunaan sumur sibel untuk irigasi pertanian disebut sebagai biang krisis air bersih di Dusun Pulo, Desa Karangbanyu, Widodaren. ‘’Kalau sumur di sawah menyala, otomatis sumur warga mengering,’’ kata Kepala Desa Karangbanyu Sumanto Rabu (6/11).

Meski begitu, Sumanto menyebut kekeringan yang melanda desanya tidak separah wilayah lain. Kelangkaan air bersih hanya dialami warga yang tinggal di Dusun Pulo. ‘’Itu pun tidak semuanya, hanya warga yang memiliki sumur gali yang kesulitan air,’’ jelasnya.

Dari sekitar 250 kepala keluarga (KK) yang tinggal di dusun tersebut, kata dia, sekitar separonya yang terdampak kekeringan. Selama ini mereka mengandalkan sumur gali untuk mendapatkan air bersih. Namun, sejak beberapa hari terakhir harus mengambil air dari sumur sawah terdekat. ‘’Makanya banyak yang meminta kami mengajukan bantuan ke BPBD,’’ ujar Sumanto.

Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi Alfian Wihaji Yudono mengungkapkan, pengajuan bantuan air bersih Desa Karangbanyu sudah ditindaklanjuti. Mulai kemarin, BPBD mengirimkan bantuan air bersih ke wilayan terdampak kekeringan. ‘’Semula akan dikirim kemarin (Selasa, Red), tapi karena tandon airnya belum siap akhirnya ditunda,’’ tuturnya

Yoyok -sapaan akrab Alfian Wihaji Yudono- mengatakan, sebelum melakukan droping air bersih pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan. Pun, kelangkaan air bersih di Dusun Pulo ditengarai ada pengaruhnya dengan sumur sibel.

Meski begitu, Yoyok enggan menyalahkan para petani yang menggunakan sumur sibel. ‘’Apalagi, sekarang sedang musim kemarau,’’ ujarnya sembari menyebut Karangbanyu merupakan desa ke-51 yang mengajukan bantuan air bersih ke BPBD. (tif/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close