Ponorogo

Sulit Rapid Test Masal Santri, Anggaran Pemkab Ponorogo Cupet

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan santri yang balik mondok ke Ponorogo wajib rapid test mandiri di daerah asal masing-masing. Pasalnya, anggaran pemkab setempat cupet untuk membiayai mereka. Pemkab hanya mampu memfasilitasi para pengurus, pengasuh, dan pengajar pondok pesantren (ponpes).

Sedangkan santri yang ber-KTP Ponorogo disubsidi di fasilitas kesehatan pemerintah atau tempat-tempat yang ditunjuk. Saat ini, di sebagian ponpes para santri sudah berdatangan. Kementerian Agama (Kemenag) mensyaratkan para santri harus menjalani rapid test jika kembali ke ponpes. ‘’APBD Ponorogo terbatas. Tidak sanggup jika harus membiayai rapid test seluruh santri,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni Selasa (30/6).

Berdasarkan data bagian kesejahteraan masyarakat (kesra) setdakab setempat, total santri di Ponorogo 31 ribu jiwa. Tidak memungkinkan untuk dibiayai pemkab semua. ‘’Bantuan rapid test kepada pengajar atau sebagian pengasuh. Kalau santri Ponorogo digratiskan biaya administrasi dan operasional petugas medisnya. Jadi, cukup bayar alat rapid test-nya,’’ jelas Ipong.

Meski begitu, pemkab akan membantu dengan cara lain. Misalnya, pengadaan wastafel, serta pembagian masker, face shield, atau hand sanitizer. Kabag Kesra Setdakab Ponorogo Fadlal Kirom mengatakan, pemkab menyiapkan bantuan masker 31 ribu lembar sesuai data jumlah santri yang dihimpun. ‘’Untuk wastafel dan hand sanitizer, disesuaikan jumlah santri. Sedangkan pelindung wajah disesuaikan petugas di setiap ponpes,’’ ujarnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close