Madiun

Sulit Ekonomi, Bayi Tanpa Anus Butuh Biaya Operasi

DERITA MESI IDAP ATRESIA ANI

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban ­­– Malang benar nasib Mesi Farel Bramasta. Putra pasangan Saiful Arif, 31, dan Indria Fitri, 33, yang baru berusia 5 bulan itu didiagnosis menderita atresia ani atau tidak mempunyai lubang anus sejak lahir.

Kelainan sejak lahir itu diketahui setelah si jabang bayi berusia tiga hari. Saat itu, orang tuanya yang merantau di Kabupaten Mimika, Papua, langsung memeriksakannya ke RSUD setempat. Mesi menjalani operasi pembuatan lubang sementara. ‘’Karena rumah sakit di Papua tidak memiliki alat untuk operasi membuat lubang anus permanen, kami dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya,’’ terang Indria.

Mesi yang lahir 30 Juni 2019 itu sempat menjalani kontrol pascaoperasi pada 3 Juli. Kemudian, Mesi dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya, pada November. Di rumah sakit rujukan inilah dugaan kesalahan operasi itu diketahui. ‘’Kata dokter perlu melakukan operasi menutup lubang sementara yang lama dan membuka lubang sementara yang baru di sebelah kiri di bawah usus besar. Sebelum operasi permanen,’’ jelasnya.

Akibat dugaan kesalahan operasi itu pula, asupan susu yang diberikan tak bisa dicerna. Bobot Mesi pun sulit bertambah. Padahal, untuk menjalani operasi permanen, Mesi disyaratkan memiliki bobot minimal 6 kilogram. ‘’Sampai sekarang bobotnya baru empat kilogram,’’ ujarnya.

Di RSUD dr Soetomo, Mesi telah terdaftar operasi dengan nomor antrean 1.633. Masa tunggunya sekitar tiga bulan. ‘’Jika sampai akhir bulan ini belum ada panggilan, kami akan kembali memastikan jadwalnya ke Surabaya,’’ tuturnya.

Namun, Indria belum kepikiran untuk menutup biaya operasi anak keduanya ini. Penghasilan suaminya yang bekerja serabutan di Papua pas-pasan. Keluarga ini tercatat sebagai penerima kartu Indonesia sehat (KIS). Namun, saat di Papua disarankan pindah BPJS Mandiri kelas 3. ‘’Tapi, RSUD dr Soetomo menyatakan kalau BPJS kami sudah tidak aktif. Kami pun diminta menyiapkan biaya operasi. Berapa besarannya belum tahu,’’ katanya.

Sampai kini, bantuan yang diterima sebatas dari saudara dan tetangga sekitar. Dari pemkab, bantuan yang diberikan berupa popok, susu, dan uang tunai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari Mesi. ‘’Saya berharap semakin banyak yang peduli. Agar Mesi lekas dioperasi,’’ ucapnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close