Madiun

Sulit Dulang Rezeki di Bulan Suci

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sebelum pandemi, putaran roda ekonomi Pasar Besar Madiun (PBM) tersendat. Selama dua tahun terakhir telah terpinggirkan ritel modern dan toko online. Kini, kondisinya kian memprihatinkan. Sekarang ini, penurunan pembeli sudah mencapai kisaran 95 persen. ‘’Kondisi seperti ini akan berlangsung lama,’’ kata Ketua Paguyuban PBM Agus Nur Hadi Selasa (21/4).

Di masa pandemi ini, para pedagang pakaian tak yakin dapat mendulang rezeki di bulan suci nanti. Agus berkeyakinan Lebaran kali ini pedagang pakaian sulit panen pendapatan. Lantaran banyak warga kehilangan pekerjaan. Pun, perantau dilarang mudik ke kampung halaman. ‘’Harus bersabar menanti hingga Lebaran tahun depan lagi,’’ ujarnya.

Tak tahan dengan situasi ini, paguyuban telah mengadu ke pemkot. Berharap kelompok ekonomi mikro ini mendapatkan pembebasan pajak dan retribusi selama tiga bulan mendatang. ‘’Juga tak bisa dibebaskan, setidaknya kami mendapatkan stimulus bantuan langsung,’’ harapnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close