Ngawi

Suli Astutik, Penyandang Disabilitas yang Meniti Karir sebagai Penyiar Radio

Dulu Sempat Hanya Diupah Rp 15 Ribu

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Nama Suli Astutik mungkin masih asing di telinga sebagian warga Ngawi. Namun, saat mulutnya mulai bercuap, banyak yang langsung mengenalinya. Maklum, suara merdu dan gaya bicaranya yang kas salah seorang penyiar Radio Suara Ngawi itu memiliki banyak penggemar.

Selain suara merdunya, semangatnya meniti karir pantas diacungi jempol. Perempuan asal Karangasri, Ngawi, itu sejak kecil kedua kakinya tidak berfungsi normal. Itu terjadi setelah dirinya terkena polio. Pun, sempat setengah tahun terbaring di rumah sakit lantaran penyakit tersebut.

‘’Lima tahun saya nggak bisa jalan karena lumpuh. Baru di usia delapan tahun mulai terbiasa dan masuk SD,’’ ungkap pemilik nama udara Tuti Mentari itu kepada Radar Ngawi Selasa (3/12).

Sejak itu pula Tuti enggan meratapi nasib berkepanjangan. Bermodal suara merdu dan hobinya mendengarkan radio sejak SMA, peremuan itu bertekad menjadi penyiar. Singkat cerita, setelah berkarir di beberapa stasiun radio, dia berlabuh di Suara Ngawi hingga sekarang. ‘’Waktu sekolah saya ngefans dengan seorang penyiar radio. Sering kirim surat atau sekadar telepon,’’ kenangnya.

Tekad besarnya menjadi penyiar radio membuat perempuan 47 tahun itu dulu rela dibayar Rp 15 ribu sebulan. Pun, saat Ramadan tak jarang cuap-cuap hingga delapan jam di depan mik. ‘’Tahun 2014 saya masuk sini (Radio Suara Ngawi, Red),’’ imbuh penyiar yang kini telah berstatus PNS itu.

Sarjana bahasa dan sastra Indonesia itu sempat mengalami peristiwa menegangkan. Suatu ketika saat musim penghujan, tower tempatnya siaran roboh. Tuti yang tengah berada di dalam ruangan pun panik lantaran material berjatuhan. ‘’Saya hanya bisa pasrah, untungnya selamat,’’ katanya.

Tuti berharap, kelak ada kendaraan roda empat yang ramah penyandang disabilitas sehingga tak perlu mengandalkan bantuan orang lain saat bepergian. ‘’Pakai motor modifikasi takut,’’ ucapnya. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button