Madiun

Sulap Lahan Bongpay Jadi Rusunawa atau Fasum

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kebimbangan muncul seiring rencana alih fungsi lahan kawasan pemakaman China (etnis Tionghoa) di Kelurahan/Kecamatan Manguharjo. Untuk menjawab keraguan itu, Pemkot Madiun bakal melakukan kajian terkait opsi fasilitas umum (fasum) yang akan dibangun di bongpay tersebut.

Sekaligus menggantikan permukiman liar dan menjelma jadi lingkungan terkumuh di kota ini. Banyak opsi yang akan dipilih. Mulai rumah susun sederhana sewa (rusunawa) III, ruang terbuka hijau (RTH) atau hutan kota, sentra kuliner, kantor kelurahan, hingga fasum lainnya. ‘’Melihat kebutuhan masyarakat dan sisi manfaat. Nanti dilakukan kajian dulu,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Sabtu (19/6).

Pemilihan salah satu atau beberapa fasum yang akan dibangun didasarkan pada hasil kajian tersebut. Indikatornya harus memiliki manfaat bagi hajat hidup orang banyak. Untuk rusunawa III juga layak lantaran lahan luas. ‘’Nggak takut, wong makamnya sudah dibuat rumah lalu ditinggali selama ini, tinggal nggeser ”apartemen” (rusunawa, Red) saja,’’ ujarnya.

Apalagi rusunawa dapat menampung warga yang saat ini tinggal di bangunan liar bongpay tersebut. Sedikitnya ada 90-an rumah ilegal yang telah berdiri di kompleks pemakaman tersebut. Pun ada 60 kepala keluarga (KK) yang tinggal. ‘’Mereka tidur di atas makam itu. Saya nggak tega, nggak ada yang rela,’’ ungkapnya. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button