Advertorial

Sukseskan Gerakan Eliminasi TBC, Yabhysa Jalin Kerja Sama dengan Dinkes Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa) bertekad mensukseskan gerakan eliminasi tuberkulosis (TBC) tahun 2030. Upaya itu diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi pada Kamis lalu (1/4). ‘’Penandatanganan MoU ini merupakan tindaklanjut dari terpilihnya Yabhysa sebagai subrecipient (SR) TB komunitas di bawah Principal Recipient Konsorsium Penabulu-STPI program pendanaan dari The Global Fund,’’ kata Ketua Yabhysa Cabang Ngawi Muhammad Via Pratama, Kamis (30/4).

Dengan kesepakatan itu, Yabhysa bakal melakukan pelatihan kepada para kader TBC. Berupa pencegahan TBC melalui komunikasi informasi edukasi (KIE) kepada pasien dan masyarakat. Selain itu, Yabysa juga akan memastikan kader TBC melakukan investigasi atas indeks kasus yang diberikan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). ‘’Temuan kontak terduga TBC juga dipastikan dirujuk ke fasyankes,’’ ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan memastikan pasien TBC mendapat pengobatan hingga tuntas. Lengkap dengan dukungan psikososial demi keberhasilan pengobatannya dan motivasi mengikuti tes HIV. Di samping itu, perkembangan penanganan pasien TBC pun dicatat dan dilaporkan sesuai format baku yang telah ditentukan. ‘’Kami juga akan koordinasi dengan petugas kesehatan demi kelancaran deteksi dini dan pengobatan TBC,’’ terangnya.

Dengan kerjasama itu, Dinkes Ngawi nantinya memfasilitasi upaya pencegahan TBC di lapangan. Mulai penyediaan indeks kasus, pelaksanaan investigasi pasien TBC hingga memastikan fasyankes rujukan mampu dan siap melaksanakan pengobatan penyakit yang disebabkan kuman mycobacterium tuberculosis itu. Pun dengan data capaian setelah upaya pencegahan dilakukan. ‘’Selain itu juga memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi pasien serta pengobatan yang diberikan, baik lama dan efek sampingnya,’’ bebernya.

Menurutnya target program kerjasama Yabhysa dengan Dinkes antara lain semakin banyaknya pasien positif TBC yang diidentifikasi kader TBC. Berikutnya pasien TBC tersebut mendapatkan pengobatan hingga tuntas. Dengan begitu, penyebaran TBC bisa ditekan. ‘’Akhirnya program eliminasi TBC tahun 2030 berhasil disukseskan,’’ tegasnya.

Kerjasama dengan Dinkes tersebut lanjutnya dimulai sejak 1 April lalu. Nantinya berakhir pada 30 Desember 2021 mendatang. Hanya saja kerjasama tersebut diperkirakan bakal kembali diperpanjang di tahun depan. Alasannya Yabhysa masih dipercaya The Global Fund dalam program pencegahan TBC. Khususnya di Jawa Timur. ‘’Program dari Global Fund hingga tahun 2023,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ngawi Endah Pratiwi menyambut baik kerjasama dengan Yabhysa Cabang Ngawi. Diakuinya jika selama pandemi Case Detection Rate (CDR) TBC tidak memenuhi target. Dengan adanya program itu, kader TBC yang ada di fasyankes bisa mendapatkan penyegaran penanganan TBC. ‘’Harapannya angka CDR TBC bisa kembali meningkat,’’ ungkapnya.

Dengan peningkatan temuan pasien TBC, pengobatan bisa segera dilakukan. Tidak sampai putus minum obat dan membuat resistensi atau kebal obat yang biasa diberikan. Karena jika dibiarkan, menurutnya pasien TBC rata-rata mampu menularkan ke 15 hingga 20 orang di sekitarnya. ‘’Makanya digencarkan gerakan TOSS, Temukan TBC Obati Sampai Sembuh,’’ tegasnya. (odi/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button